Facebook Larang Perdagangan Lahan Hutan Amazon dan Kawasan Konservasi di Marketplace

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Facebook mengeluarkan kebijakan yang melarang perdagangan tanah di kawasan konservasi ekologis seperti hutan hujan Amazon, di semua produk marketplace mereka baik di Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Mengutip The Verge, pengumuman itu dirilis Facebook usai pada Februari lalu, investigasi BBC melaporkan adanya penjualan ilegal sebidang besar tanah di hutan Amazon, Brazil di platform marketplace mereka.

Penjualan tersebut dilakukan tanpa sertifikat tanah resmi yang menjadi bukti kepemilikan, yang didorong oleh deforestasi Amazon akibat industri ternak Brasil.

"Kami berkomitmen untuk keberlanjutan dan melindungi lahan di kawasan konservasi ekologis," tulis Facebook dalam laman blog mereka, ditulis Minggu (10/10/2021).

Untuk itu, Facebook pun memperbarui kebijakan perdagangan mereka untuk secara eksplisit melarang pembelian atau penjualan tanah jenis apa pun, di kawasan konservasi ekologis dalam produk perdagangan mereka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Lakukan Peninjauan dengan Data Resmi

Dilarang main facebook (Sumber: Pixabay)
Dilarang main facebook (Sumber: Pixabay)

Facebook mengatakan akan meninjau listing di Facebook Marketplace, terhadap basis data resmi kawasan lindung organisasi internasional, untuk mengidentifikasi daftar yang mungkin melanggar kebijakan barunya.

"Kawasan lindung sangat penting untuk melestarikan habitat dan ekosistem yang sangat penting untuk mengatasi krisis alam global," kata Facebook.

Berdasarkan kriteria tertentu, perusahaan media sosial itu akan berusaha mengidentifikasi dan memblokir daftar baru di area tersebut.

Dengan menggunakan sumber informasi pelengkap seperti database, berarti mereka menambahkan halangan bagi orang yang mencoba memasukkan tanah tersebut di Marketplace-nya.

"Kebijakan perdagangan kami terus mewajibkan pembeli dan penjual untuk mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku saat menggunakan platform perdagangan Facebook Inc.," tegasnya.

Cegah Orang Hindari Aturan

Suku pribumi yang mengisolasi diri di hutan hujan Amazon, Brasil (Wikimedia / Creative Commons)
Suku pribumi yang mengisolasi diri di hutan hujan Amazon, Brasil (Wikimedia / Creative Commons)

Kepada BBC pada Februari lalu, Facebook sempat mengatakan bahwa mereka tidak ingin secara independen menghentikan penjualan tanah ilegal di Amazon.

Alasannya adalah karena "kebijakan perdagangan Facebook mengharuskan pembeli dan penjual untuk mematuhi hukum dan peraturan."

Namun beberapa bulan kemudian, jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu mengambil langkah yang lebih tegas.

"Daftar tidak boleh mempromosikan pembelian atau penjualan hewan atau produk hewan, atau lahan di kawasan konservasi ekologis," tulis Facebook dalam kebijakan terbarunya.

Lebih lanjut, Facebook mengatakan akan terus bekerja untuk mencegah orang-orang menghindari aturan mereka. Mereka menambahkan, penjualan tanah di kawasan konservasi juga terjadi di platform lain dan juga secara offline.

"Tetapi kami berkomitmen untuk terus bekerja dengan mitra dan otoritas yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini di aplikasi kami dengan cara yang terbaik dalam jangka panjang," pungkasnya.

(Dio/Isk)

Infografis Kebakaran Hutan dan Bencana Kabut Asap di Indonesia

Infografis Kebakaran Hutan dan Bencana Kabut Asap di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Kebakaran Hutan dan Bencana Kabut Asap di Indonesia. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel