Facebook Luncurkan Pencarian Sosial  

TEMPO.CO, Menlo Park - Manajemen Facebook meluncurkan fitur pencarian yang disebut social graph untuk menandingi mesin pencari Google. Mesin pencari ala Facebook ini akan menampilkan pencarian internal di dalam situs yang beranggotakan sekitar satu miliar orang itu.

Jika topik yang dicari tidak ada, maka mesin pencari Bing milik Microsoft, yang bekerja sama dengan Facebook, akan menyediakan hasil pencarian terkait dari Internet secara umum. "Menyusun indeks untuk semua konten ini agar mudah ditemukan pengguna terasa sangat susah," kata Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, kemarin di California. (Baca: Sebulan Facebook Kehilangan 600 Ribu Anggota)

Saat ini situs Facebook memiliki 240 miliar foto dan sekitar satu triliun koneksi antara penggunanya. Seorang pengguna bisa mencari semua posting yang diperuntukkan untuk umum atau telah diberi simbol like oleh temannya.

Sedangkan untuk posting yang bersifat pribadi, maka konten ini tidak akan muncul dalam indeks Facebook. Untuk itu, Zuckerberg mewanti-wanti agar para pengguna memperhatikan betul level akses yang diberikan atas setiap posting yang dibuat.

Saat ini fitur pencarian sosial ini baru bisa digunakan oleh beberapa ribu orang saja. Bagi pengguna yang ingin menjajal, Facebook menyediakan laman untuk mendaftarkan diri. Penggunaan fitur ini secara penuh baru akan diluncurkan pada masa depan. (Lihat: Facebook Mau Akuisisi WhatsApp?)

Pola pencarian internal ini sebenarnya telah digagas terlebih dulu oleh Google. Dengan mencantumkan indeks dari Google+, maka seorang pengguna yang telah login bisa mendapatkan hasil pencarian dari web maupun dari internal situs Google+.

BUDI RIZA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.