Facebook Tarik Ulur Aturan WhatsApp

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kontroversi kebijakan privasi baru platform pesan instan WhatsApp ternyata masih berlanjut hingga hari ini sejak digaungkan pada awal 2021. Facebook memberi tahu pengguna WhatsApp sejak awal tahun ini bahwa mereka harus menyetujui persyaratan tersebut.

Kebijakan baru akan memungkinkan Facebook memperoleh data pengguna WhatsApp. Kebijakan ini hanya mencakup fitur e-commerce yang tidak digunakan oleh semua pengguna WhatsApp. Tetapi semua pengguna dipaksa untuk menyetujui perubahan tersebut, kecuali pengguna yang ada di Uni Eropa di mana Facebook tidak akan menerapkannya.

Facebook kemudian terus mengubah kebijakannya. Mereka tidak akan memblokir akses WhatsApp bagi pengguna yang tidak menerima persyaratan baru. Di masa depan Facebook akan membuat kebijakan privasi menjadi opsional atau pilihan saja, mengutip dari situs BGR, Senin, 30 Agustus 2021.

Awalnya, Facebook mengancam pengguna untuk menutup akses WhatsApp jika mereka tidak mematuhi aturan yang menyebabkan kemarahan pengguna. Lalu, media sosial milik Mark Zuckerberg itu menunda perubahan kebijakan privasi hingga 15 Mei 2021.

Peristiwa ini membuat pesaing WhatsApp seperti Telegram dan Signal mendulang keuntungan besar atas popularitas platform pesan instan warna hijau dengan logo gagang telepon itu. Jutaan orang berbondong-bondong hengkang ke pesaing WhatsApp setelah pemberitahuan kebijakan privasi diterapkan.

Meski begitu, Facebook masih mengirim notifikasi dan memberi tahu pengguna tentang perubahan yang akan terjadi. Mereka bersikeras bahwa enkripsi ujung ke ujung (end-to-end ecryption) yang melindungi riwayat obrolan dan panggilan tidak akan hilang dalam pesannya.

Tetapi, Facebook tidak pernah menjelaskan dengan jelas mengapa semua pengguna WhatsApp harus setuju untuk berbagi data perdagangan dengan Facebook meskipun mereka tidak berencana menggunakan WhatsApp untuk tujuan perdagangan.

Saat tenggat waktu semakin dekat, Facebook bersikukuh melanjutkan ancamannya dan melumpuhkan pengalaman WhatsApp bagi mereka yang tidak mau menerima perubahan kebijakan tersebut. Akan tetapi, pemerintah India turun tangan dan menekan Facebook untuk mempertimbangkan kembali penerapan aturannya.

Facebook mengatakan pada akhir Mei tahun ini bahwa mereka tidak akan membatasi fungsionalitas akun WhatsApp yang tidak menyetujui persyaratan tersebut. Namun, tiga bulan kemudian, Facebook masih memberi petunjuk kepada pengguna yang belum menyetujui perubahan kebijakan privasi yang baru.

Sementara itu bagi pengguna yang setuju tidak bisa mengulang kembali untuk tidak memberi persetujuan. Tapi, Facebook akhirnya akan membuat kebijakan privasi menjadi opsional. Kabar tersebut datang dari WABetaInfo, blog yang kerap membagikan informasi dan fitur baru WhatsApp sebelum Facebook mengumumkannya.

WhatsApp akan segera mengumumkan bahwa pengguna dapat menggunakan platform untuk mengobrol dengan keluarga dan teman tanpa harus menerima kebijakan privasi baru. Blog juga menjelaskan kapan pengguna harus menyetujui kebijakan privasi yang baru. Saat ingin mengobrol dengan akun bisnis maka pengguna harus menerima persyaratannya.

Itulah jenis implementasi perubahan kebijakan privasi baru yang diharapkan banyak orang. Sejak awal 2021, Facebook tidak mempertimbangkan untuk menawarkan opsi, namun sebagian besar pengguna WhatsApp sudah menerima persyaratan layanan baru sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel