Fadel Muhammad khawatir kecanggihan medsos degradasi budaya bangsa

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad mengkhawatirkan kecanggihan media sosial (medsos) dapat mendegradasi pemahaman generasi muda terhadap budaya bangsa Indonesia, sehingga perlu upaya semua pihak untuk meminimalkan dampak negatif teknologi informasi.

"Melalui kecanggihan media sosial, anak-anak muda cenderung mengikuti semua yang sedang tren di dunia dan tidak menyadari lama kelamaan akan mendegradasi pemahaman mereka terhadap budaya bangsa sendiri," kata Fadel dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Fadel mengatakan hal itu dalam acara "Temu Pakar Bersama Pimpinan MPR RI" yang merupakan kerja sama MPR dengan Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) Rampai Nusantara Provinsi Gorontalo di Kota Gorontalo, Jumat (18/11).

Dia menilai generasi muda bangsa Indonesia saat ini hidup di era globalisasi dengan kemajuan teknologi sangat pesat, terutama teknologi informasi seperti media sosial yang sangat digandrungi anak muda.

Menurut Fadel, meskipun memiliki banyak dampak positif karena memudahkan kehidupan sehari-hari, teknologi informasi terdapat sisi negatif yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Ini yang saya khawatirkan, degradasi budaya tergerus dan akhirnya menghilang," tambahnya.

Baca juga: Fadel sebut 39 anggota DPD tarik tanda tangan mosi tidak percaya

Fadel menilai berbagai upaya untuk meminimalkan dampak negatif globalisasi, salah satunya dengan melestarikan budaya bangsa agar tidak tergerus dan menghilang.

Dia mencontohkan pelestarian budaya tersebut dilakukan Lamahu dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelenggarakan Festival Seni Budaya Betawi dan Gorontalo ke-2 di Provinsi Gorontalo pada 19-20 November 2022.

"Festival tersebut penuh dengan edukasi kepada masyarakat dan generasi muda tentang kekayaan budaya Betawi dan Gorontalo. Masifnya pemahaman budaya menjadi sangat penting karena nilai-nilai budaya bangsa bisa menjadi benteng dari efek negatif globalisasi," katanya.

Fadel menegaskan MPR sangat peduli terhadap pemahaman generasi muda kepada budaya bangsa, sehingga lembaga tersebut membuat dan menjalankan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan berbagai metode kepada berbagai kalangan rakyat di seluruh wilayah Indonesia.

Salah satu bagian dari Empat Pilar itu adalah Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semangat dan pendorong keragaman budaya bangsa untuk saling menghormati dan saling mengisi.

"Saya mengajak anak-anak muda di Rampai Nusantara dan di seluruh Indonesia segera menyadari persoalan ini dan mendukung serta berkiprah dalam segala kegiatan pelestarian budaya," ujar Fadel Muhammad.

Jika pelestarian budaya terjadi secara luas, maka jati diri dan karakter generasi muda akan tetap kokoh dan bertambah tebal, sehingga tidak perlu khawatir lagi terhadap derasnya arus modernisasi.

Baca juga: Fadel Muhammad sebut rencana kenaikan dana desa di Gorontalo