Fadel Muhammad Mengaku Kecewa karena Dicopot

Jakarta (ANTARA) - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengaku kecewa karena dicopot dari posisinya sebagai hasil dari perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.

"Ya, saya kecewa," kata Fadel dalam pesan singkat kepada ANTARA yang diterima di Jakarta, Rabu.

Namun, menurut politisi Partai Golkar itu, dirinya tidak merasa bersedih hati karena telah "dizalimi".

Fadel mengirimkankan hal itu setelah ANTARA mengirim pesan singkat untuk meminta komentar terkait dengan hasil "reshuffle" yang diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Selasa (18/10) malam.


Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo ditunjuk oleh Presiden Yudhoyono untuk memegang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Fadel Muhammad.

Cicip merupakan salah satu politisi senior dari partai berlambang beringin yang juga terkenal sebagai pengusaha sukses itu merupakan pemilik dari kelompok usaha Ariobimo Perkasa.

Selama perjalanan kariernya, Cicip pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia pada periode 1983-1989.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Ketua Komite Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Telematika Perposan dan Media Massa pada tahun 2000 hingga 2004.

Cicip dikabarkan juga pernah menjadi salah satu orang yang sempat dinominasikan oleh Partai Golkar untuk menjabat posisi kementerian baik pada tahun 2004 maupun 2009.

Saat ditemui wartawan di Surabaya, Kamis (13/10), Cicip menyatakan siap jika dipercaya Presiden menjadi menteri dalam perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

"Sebagai kader dan pengurus partai, saya siap jika diinstruksikan menjadi menteri apa saja," ujar Cicip.

Ia juga mengatakan, bila namanya diajukan oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie kepada Presiden, maka hal tersebut berarti dirinya dianggap layak bersama kalangan profesional lainnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.