Fadli Unggah Aksi Laskar FPI Bantu Korban Banjir Sebelum Ditembak

Siti Ruqoyah, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, mengunggah video salah satu anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak polisi, yaitu Faiz Ahmad Syukur (22) di akun media sosial Twitter.

“Menerima video kenangan almarhum Faiz Ahmad Syukur, salah seorang dari 6 syuhada ketika menyerahkan bantuan korban longsor di Cigudeg, Kabupaten Bogor pada awal 2020. Al-Fatihah,” tulis Fadli di Twitter dikutip pada Rabu, 30 Desember 2020.

Dari video yang diunggah itu, terlihat almarhum Faiz memakai seragam loreng Laskar FPI yang sebelah kirinya ada lambang bendera Merah Putih. Kemudian, Faiz mengulurkan tangan untuk akad penyerahan bantuan kepada koordinator.

“Saya dapat amanah dari Relawan Dakwah Muslimat Center menyerahkan dana sebesar Rp600 ribu untuk korban bencana di Cigudeg,” kata Faiz seperti video yang diunggah Fadli.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran, menyebut anggota korps Bhayangkara diserang sejumlah orang, Senin dini hari, 7 Desember 2020. Penyerangan ini diduga ada kaitannya dengan rencana pemanggilan kedua Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab.

Insiden itu terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Saat kejadian, ada satu unit yang bergerak. Dalam satu unit itu terdiri dari enam orang. Sementara itu, penyerangan dilakukan oleh mereka yang berjumlah sepuluh orang.

Dalam penyerangan ini, ungkap Kapolda, pelaku penyerangan sempat menyerang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Karena keselamatan anggota terancam, lanjut Fadil, akhirnya polisi melakukan tindakan. Polisi menembak penyerang hingga enam dari mereka meninggal dunia.

Adapun identitas keenam laskar FPI tersebut yang meninggal dunia karena ditembak polisi yakni Andi Oktaviawan (33 tahun), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Kemudian, Lutfi Hakim (24 tahun), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Selanjutnya, Faiz Ahmad Syukur (22 tahun), M Reza (20 tahun), Muhammad Suci Khadafi Poetra (21 tahun) dan Akhmad Sofian (26 tahun).