Fadli Zon: Ada Masalah Lain yang Lebih Penting dari Redenominasi

.

"Redenominasi ini perlu ketika kita mengalami hyperinflasi. Sekarang kan tidak hyperinflasi, namun pemerataan ekonominya timpang. Maka, ketimpangan inilah yang harusnya diselesaikan dulu oleh pemerintah," jelasnya.

Dengan redenominasi, lanjut Fadli Zon, ini maka akan dicetak pecahan mata uang baru. Saat ini saja, imbuhnya lagi, menurut anggota Fraksi Gerindra di Komisi XI Sadar Subagyo, BI menghabiskan Rp 8,3 triliun rupiah untuk mencetak 10 persen uang tiap tahunnya.

"Diperkirakan kebijakan redenominasi ini bisa memakan anggaran Rp 100 triliun rupiah. Anggaran sebesar ini sangat berpeluang menjadi bancakan para pemburu rente (rent seeker). Tentunya rawan korupsi," urainya.

Efek redenominasi pun besar implikasinya. Terutama, sambung Fadli lagi, berpeluang menaikkan level inflasi. Masyarakat akan merasa uang yang dipegangnya murah. Sehingga ketika harga sedikit naik bisa dipandang sesuatu yang wajar dan tak masalah.

Dalam prosesnya, kebijakan ini pun belum menyelesaikan mekanisme prosedural di DPR. Belum ada, katanya lagi, penjelasan mendalam tentang apa substansi redenominasi dan rencananya bagaimana dari Kemenkeu ke DPR. Bahkan DPR belum terima draft RUU redenominasi, namun Kemenkeu sudah melakukan konsultasi publik. Kenapa?

Fadli menegaskan, redenominasi harus dibatalkan. Tak ada urgensi ekonomi terhadap ini. Jangan hanya didasarkan pada gengsi semata saja. Sementara masih banyak masalah ekonomi lain yang harus segera direspon dan prioritas seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan pendapatan. "Fraksi Gerindra di DPR akan tegas menolak rencana redenominasi ini," tegas Fadli Zon.

NASIONAL POPULER

  • PAN Nggak Mau Kecipratan Getah Raffi Ahmad Kesandung…
  • Marzuki Alie:Tangkap Aceng Kalau Melawan
  • Rieke Diah Pitaloka Dukung Aceng Fikri Dimakzulkan
  • Bupati Aceng Tolak Dimakzulkan, Mendagri: Aceng Harus Baca…
  • Sobek KTA dan Lempar Kaos, Ratusan Ribu Kader…
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.