Fadli Zon dan Kapitra Panas, Istri Kedua Munarman hingga KKB Teroris

Dusep Malik
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berita terkait debat panas antara Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon dengan politikus PDIP sekaligus advokat Kapitra Ampera, menjadi berita terpopuler dalam news and tranding VIVA.co.id sepanjang Jumat 30 April 2021.

Dalam berita tersebut, kedua politikus itu berdebat terkait penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait kasus dugaan terorisme. Keduanya berpendapat soal penangkapan yang dianggap tak sesuai HAM.

Kemudian, berita terkait Munarman juga masih menjadi perhatian pembaca VIVA, di mana kali ini muncul video dengan judul Balada Cinta Sekjen FPI Munarman 20 Jam Bersama Lily Sofia yang merupakan istri keduanya.

Lalu, berita terpopuler VIVA lainnya adalah diusirnya Wati, wanita yang membuat resah karena tuduh tetangganya jelmaan babi ngepet. Ia akhirnya diusir warga Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dan tak kalah heboh adalah pernyataan dari Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta label teroris terhadap KKB dikaji kembali. Sehingga, menuai berbagai pendapat dari politisi salah satunya adalah Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Berikut rincian dari berita-berita tersebut:

1. Debat Panas, Fadli Zon ke Kapitra: Saya Tanya, Anda Lawyer?

Penangkapan eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait kasus dugaan terorisme menuai pro dan kontra. Suara yang kontra mempertanyakan proses hukum terhadap Munarman termasuk saat penangkapannya yang dinilai melanggar hak asasi manusia atau HAM.

Hal ini jadi pembahasan program acara diskusi Dua Sisi tvOne dengan tema 'Munarman: Dibaiat ISIS, Dianggap Teroris'. Salah satu sesi tersebut terjadi adu argumen sengit antara Anggota DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon dengan politikus PDIP sekaligus advokat Kapitra Ampera.

Baca berita selengkapnya di sini?

2. Lily Sofia Ternyata Istri Kedua Munarman FPI

Video tentang pria diduga mantan Sekum FPI Munarman dengan seorang wanita bernama Lily Sofia di sebuah hotel viral di media sosial. Bahkan video tersebut dituliskan dengan judul Balada Cinta Sekjen FPI Munarman 20 Jam Bersama Lily Sofia'. Setelah kejadian ini ramai, terkuak sebuah fakta baru tentang sosok wanita itu, siapakah dia.

Kuasa hukum Munarman, Ichwan Tuankotta mengatakan Lily Sofia, yang disebut-sebut wanita dalam video yang viral bersama Munarman Itu merupakan istri keduanya. “Mereka menikah tahun 2008, benar itu istri kedua. Pernikahan dengan Lily pun sudah dapat restu dari istri pertamanya, Ana Noviana,” ujar Ichwan, Jumat 30 April 2021.

Baca berita selengkapnya di sini

3. Gubernur Papua Tolak KKB Dicap Teroris, Mardani: Masalah Serius

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD telah mengumumkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua masuk kategori tindakan teroris. Namun, cara pemerintah itu ditolak Gubernur Papua Lukas Enembe yang meminta label teroris terhadap KKB dikaji kembali.

Perbedaan pandangan antara pemerintah pusat dengan provinsi ini jadi sorotan. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai perbedaan pandangan itu menjadi masalah serius untuk menangani masalah Papua.

Baca berita selengkapnya di sini

4. Diusir karena Tuduh Tetangga Babi Ngepet, Wati Sempat Mau Bunuh Diri

Wati, wanita yang membuat resah karena menuduh tetangganya sebagai jelmaan babi akhirnya diusir warga Kampung Baru, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Benar (diusir) enggak ada hal-hal yang direkayasa, memang saya melihat dengan mata kepala saya sendiri. Warga sebelum ke sana (rumah Bu Wati), kesini dulu (rumah saya),” kata Ketua RW setempat, Syarif Nurzaman, Jumat 30 April 2021.

Baca berita selengkapnya di sini

5. KKB Langgar HAM, Gubernur Papua Minta Penyebutan Teroris Ditinjau

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengumumkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Provinsi Papua dan segala nama organisasi dan orang yang berafiliasi di dalamnya, merupakan tindakan teroris.

Menyikapi itu, Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Juru Bicara Muhammad Rifai Darus, memberikan sejumlah pernyataan. Setelah KKB dilabelkan sebagai teroris.

Baca berita selengkapnya di sini