Fadli Zon: Prabowo Tokoh Militer yang Komitmen pada Demokrasi

Siti Ruqoyah, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Amerika Serikat punya arti penting bagi Prabowo pribadi.

Fadli menjelaskan, Prabowo selama ini selalu dikesankan sebagai tokoh kontroversial oleh beberapa negara. Dengan adanya undangan ke Pentagon, anggapan itu dinilai akan berubah.

"Dengan kunjungannya ke Washington DC, saya kira orang akan bisa menilai secara lebih dekat bahwa Prabowo tidaklah seperti yang mereka anggap sebelum ini," kata Fadli Zon, Senin, 19 Oktober 2020.

Baca juga: Novel Bamukmin: Akan Ada Pertumpahan Darah jika Ahok Jadi Presiden

Menurut Fadli, dengan memenuhi undangan AS ini, Prabowo jadi punya kesempatan menunjukkan beberapa hal. Salah satunya, kata dia, adalah komitmen kepada demokrasi.

"Dia salah satu tokoh militer yang punya komitmen kuat pada demokrasi, berlaga di panggung politik bukan dengan modal senjata, melainkan dengan kendaraan partai politik dan mengikuti proses pemilu," ujar Fadli.

Sementara keuntungan terbesarnya, menurut Fadli, tetaplah untuk keperluan diplomasi pertahanan Indonesia. Prabowo, menurutnya, pasti ingin memastikan politik anggaran Indonesia punya prinsip, tepat guna, efisien, dan juga ekonomis.

"Apalagi di dalam pengadaan alutsista, pertimbangannya tidak semata-mata cepat dan efisien, namun harus ada juga pertimbangan geopolitik dan geostrateginya," kata Fadli. (ase)