Fadli Zon Sebut Aplikasi Azan dan Salat Curi Data Kebanyakan Produk Luar Negeri

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon meyakini aplikasi azan dan salat jika dikembangkan oleh pengembang dalam negeri akan lebih aman. Fadli mengatakan, aplikasi azan dan salat di gadget yang melakukan pencurian data kebanyakan dari luar negeri.

"Sebenarnya yang paling harusnya kita kembangkan adalah aplikasi dari dalam negeri. Ini kan kebanyakan aplikasi dari luar," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4).

Fadli menuturkan, aplikasi azan dan salat memang diperlukan oleh umat muslim. Sehingga rawan untuk disusupi sebagai aplikasi pencurian data.

Maka itu, politikus Gerindra ini mendorong anak bangsa dapat mengembangkan aplikasi tersebut. Dia yakin akan lebih aman.

"Harusnya aplikasi dari anak bangsalah. Dan itu saya yakin keamanannya mestinya bisa lebih protektif gitu," kata Fadli.

Mantan Wakil Ketua DPR ini mendorong RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) dapat segera diselesaikan. Fadli yakin aturan ini dapat melindungi data pribadi masyarakat.

"Dengan adanya UU ini lebih memungkinkan kita untuk melindungi data-data pribadi dari pencurian, hacking, dan penyalahgunaan data lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi yang akan diinstal dalam gadget. Teranyar, adalah aplikasi azan dan salat yang kedapatan bisa mencuri data pribadi pengguna.

Hingga saat ini ada 10 juta pengguna yang telah mengunduhnya. Demikian informasi itu dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya melalui akun resmi Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Waspada aplikasi salat dan azan pencuri data. Beredar di Play Store diunduh 10 juta pengguna," demikian peringatan akun @siberpoldametrojaya seperti dikutip merdeka.com, Rabu (20/4). [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel