Fahmi Idris dalam kenangan

Mantan Menteri Perindustrian era Kabinet Indonesia Bersatu, Fahmi Idris meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Minggu (22/5).

Kabar duka tersebut diketahui dari cuitan akun Twitter resmi milik anak Fahmi Idris, yakni Fahira Idris pada pukul 10:37 WIB.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah. Ayah saya, Bp. Prof. Dr. H. Fahmi Idris bin Idris Marah Bagindo @fahmiidris1," tulis Fahira Idris seperti dikutip dari akun Twitternya @fahiraidris.

Semasa hidupnya, Fahmi Idris pernah bergabung dengan Partai Golkar pada tahun 1984.

Fahmi juga menduduki jabatan penting sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar pada periode pengurusan 1998-2004.

Ia adalah tokoh nasional yang pernah menduduki berbagai peran penting di Indonesia.

Saat menjadi Ketua DPP Golkar, Fahmi menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) dalam Kabinet Reformasi Pembangunan di bawah pemerintahan Presiden ke-3 BJ Habibie. Fahmi menjabat sebagai Menakertrans pada 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999.

Fahmi kemudian dipercayakan untuk menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabinet Indonesia Bersatu saat masa kepemimpinan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Fahmi lalu menjabat sebagai Menperin sejak 5 Desember 2005 hingga 20 Oktober 2009.

Selain menjabat di pemerintahan, Fahmi Idris juga berkiprah di bidang bisnis.

Dia mendirikan PT Kwarta Daya Pratama dan spada 1979 sebagai Direktur Utama Kongsi Delapan (Kodel Group).

Kodel Group adalah perusahaan yang didirikan bersama Aburizal Bakrie, Soegeng Sarjadi, Abdul Latief, dan Pontjo Sutowo.

Kodel mengelola usaha agrobisnis, perdagangan, perbankan, perminyakan, dan hotel.

Fahmi juga tercatat memiliki bisnis hotel bernama Regent Beverly Whilshie di California, Amerika Serikat.

Pria kelahiran Jakarta, 20 September 1943 ini wafat pada usia 78 tahun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel