Fahri Hamzah Kritik Mahfud MD Usai Bubarkan FPI

Syahrul Ansyari, Eka Permadi
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, mengkritik cara pemerintah mengumumkan FPI sebagai organisasi massa terlarang. Tak hanya itu, ia juga mengkritik sikap Menko Polhukam, Mahfud MD, di akhir konferensi pers pembubaran FPI siang tadi.

“Pak Prof @mohmahfudmd yang terhormat, seperti bapak, hampir semua yang berdiri di samping dan belakang bapak saat mengumumkan sebuah organisasi massa sebagai organisasi terlarang adalah para doktor dan guru besar. Sebuah pertanda bahwa keputusan ini adalah karya orang-orang pintar. Tapi..,” tulis Fahri diakun twitter @Fahrihamzah, Rabu 30 Desember 2020.

Mantan Wakil Ketua DPR ini menyayangkan kalimat Mahfud di depan para jurnalis yang menyatakan “demikianlah keputusan pemerintah, silakan disiarkan, dan tidak ada tanya jawab”.

"Sayang sekali, orang-orang pintar itu tidak membuka ruang diskusi. Seolah kami semua sebagai rakyat pasti mengerti,” ujarnya.

Baca juga: Jadi Ormas Terlarang, Aset FPI Terancam Disita Negara

Mantan politisi PKS ini begitu menyesalkan tidak adanya dialog antara pemerintah dan para jurnalis usai pengumuman pembubaran FPI.

“Sayang sekali, gesture orang-orang pintar tidak gemar membuka dialog. Sayang sekali karena kekuasaan dianggap lebih penting dari ilmu pengetahuan. Percayalah pak prof, ilmulah yang punya masa depan, kekuasaan tidak pernah bisa bertahan. Seharusnya dialog adalah jalan kita,” tegasnya.

“Prof @mohmahfudmd lupa bahwa salah satu sebab kita mengambil dialog keterbukaan dan demokrasi sebagai jalan adalah karena kita sering melihat kekuasaan selalu menyimpang. Ini pengalaman bangsa kita, pengalaman agama dan juga pengalaman umat manusia. Apakah bapak belum paham?” tanyanya.

Fahri lantas meminta Mahfud MD mengajarinya dan rakyat Indonesia mengenai intelektualitas.

“Ajarlah bangsa ini prof @mohmahfudmd agar kami mengerti bahwa ilmu lebih penting dari kekuasaan dan agar kerukunan itu hadir pertama-tama dari ketenangan jiwa para pemimpin yang arif bijaksana. Jangan biarkan suasana jiwa yang gusar penuh dendam menyebar. Jangan!” tegasnya.

“Banyak yang ingin saya sampaikan prof @mohmahfudmd sebagai kawan lama. Bapak pasti lebih mengerti sehingga jika memang suasana ini memang diniatkan. Silahkan diteruskan. Kami menyaksikan semua dengan doa semoga Allah SWT menjaga bangsa dan agama dari sengketa. Salam, FH.”

Pemerintah telah resmi membubarkan organisasi massa FPI. Pembubaran itu berdasarkan keputusan bersama pejabat tinggi negara. Hal ini disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD di kantornya, Rabu, 30 Desember 2020.

Dalam penjelasannya, Mahfud menegaskan jika FPI dilarang melakukan segala bentuk aktivitas di Indonesia. (ren)