Fahri Hamzah: Selain Deddy Mizwar, Banyak Tokoh yang Akan Gabung Partai Gelora

Liputan6.com, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) mengadakan kumpul-kumpul di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Hal ini sebagai syukuran kecil Partai Gelora karena syarat-syarat pembentukan parpol tersebut hampir final.

"Tanggal 10 hari ini tadi sudah selesai di umumkan bahwa ketua umum kita adalah Pak Anis (Matta), Saya wakil ketua umum, Sekjen nya Pak Mahfud Siddiq, Bendahara Umumnya Pak Ahmad Riyaldi, kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR," kata Waketum Gelora Fahri Hamzah, Minggu (10/11/2019).

Fahri menambahkan, partainya sudah memfinalisasi seluruh kelengkapan administrasi setelah penyerahan dokumen kepada notaris. Pada 9 November 2019, pihaknya juga telah menyisir seluruh wilayah. Hasilnya ada 1.020 pendiri sampai ke daerah serta 34 pengurus provinsi secara lengkap.

"Kemudian 99 inisiator dan pendiri pusat itu juga kita sisir semuanya pada tanggal 9 kemarin alhamdulillah sebagai syarat yang dinyatakan oleh undang-undang kita menandatangani seluruh usulan itu di depan notaris," ucapnya.

Fahri menegaskan, Partai Gelora murni terbentuk dari nol dan tidak ada campur tangan orang lain.

"Ini tidak ada ngambil struktur partai lain, ini murni kita dari bawah sampai ke tingkat atas dan aktenya ini akte baru, akte yang murni baru yang merupakan ikhtiar dan upaya kita sendiri itu tanggal 9," kata Fahri.

Lanjutnya, banyak tokoh-tokoh yang ingin bergabung ke Partai Gelora. Salah satu yang paling disebut adalah Deddy Mizwar. Dirinya merahasiakan tokoh lainnya.

"Ada Pak Deddy Mizwar, pokoknya nanti banyak pengurus ada tokoh-tokoh lain akan masuk, terus terang kami gak mau gembar gembor dulu, ini partai kita mulai low profile, yang penting penguatan struktur sampai ke daerah, wilayah kita perkuat, setelah acara itu selesai, pengumuman pengurus selesai," ungkapnya.

 

Gelar Syukuran

Pada sore ini, pihaknya juga menggelar syukuran untuk memperingati Hari Pahlawan.

"Karena ini momen penting bagi bangsa Indonesia ketika bangsa kita mempertahankan proklamasi pada peristiwa 10 November," pungkasnya.

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com