Fahri Hamzah: Tak Ada Lagi 01, 02 yang Ada Sila 3 Persatuan Indonesia

Daurina Lestari, Wahyu Firmansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora, Fahri Hamzah menganggap wakil presiden, KH Ma'ruf Amin bisa menjadi pemersatu di dalam tubuh pemerintah yang dianggapnya saat ini memiliki masalah.

Fahri merasa saat ini di dalam pemerintahan presiden Joko Widodo sudah tidak ada lagi perpecahan. Sebab, kini tidak ada lagi kubu 01 dan 02 seperti saat pemilu, Prabowo Subianto juga kini sudah menjadi Menteri Pertahanan sehingga Fahri menganggap tidak ada lagi perpecahan.

"01 02 sudah enggak ada, Pak Prabowo sudah gabung, bung Sandi juga tidak terlalu oposisi, kembali sebagai pengusaha mungkin, dalam kombinasi Pak Jokowi itu ada ulamanya jadi 01 02 bergabung dalam tubuh rezim. Pak Jokowi itu orang nomor duanya ulama, artinya sebenarnya pembelahan yaitu sudah hampir enggak ada gitu loh," kata Fahri saat live bareng VIVA di Instagram @vivacoid, Senin, 6 Juli 2020.

Namun, Fahri menganggap saat ini pembelahan yang seharusnya tidak ada itu justru semakin besar dengan permasalahan-permasalahan yang ada di tubuh pemerintah saat ini.

"Pembelahan itu akan terus menganga kalau narasi kita itu tidak kunjung menyatukan. Saya sering bilang nomor 1 dan nomor 2 enggak ada, yang ada sekarang nomor 3 yaitu sila ke-3 persatuan Indonesia,” katanya.

Dia mengajak semua pihak membangun metode komunikasi yang positif. Menurutnya, Jokowi mewakili kaum nasionalis sekuler dan Pak Ma'ruf ini mewakili kaum Islamis religius.

“Ini sudah dalam satu tubuh itulah Pancasila gitu loh, inilah yang harus bicarakan baik," katanya.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Jepara, Terasa Hingga ke Garut

Fahri menganggap jika suara Ma'ruf Amin yang saat ini bisa menyatukan kembali bangsa. Fahri juga menganggap pertengkaran mengenai RUU HIP sudah tidak perlu lagi dilanjutkan, karena ada masalah lain yang perlu diselesaikan.

"Pak Kiai Ma'ruf itu mewakili suara yang sebenarnya bisa dalam tubuh pemerintahan ini menjadi pemersatu, sudah pemilu 2024 kenapa hari gini bertengkar mau bikin undang-undang HIP, mau bikin apa menghasut masyarakat seolah-olah akan terjadi perubahan Ideologi, dan sebagainya ini bikin orang marah bikin orang pecah padahal kita lagi punya musuh bareng," katanya.

"Makanya saya bilang fungsikan kiai Ma'ruf supaya apa supaya pemerintah ini klop, Harmoni, ya satu sinergi yang dahsyat," pungkasnya.