Fahri Sindir Novel Cs, Preman Pelabuhan Beli Sepatu Rp2,7 Juta

·Bacaan 3 menit

VIVA – Selamat berakhir pekan pembaca VIVA. Meski tidak dalam rutinitas pekerjaan, tetapi wajib mengupdate informasi yang tengah happening di masyarakat luas. VIVA akan membantu Anda dalam menambah informasi yang wajib diketahui, baik dalam bidak politik, nasional dan metropolitan.

Dari isu nasional, politisi Partai Gelora Fahri Famzah yang blak-blakan soal TWK KPK dan menyindir Novel Baswedan Cs. Selain itu, ada juga aksi polisi yang gerak cepat tangkap preman di Pelabuhan yang suka pungli ke sopir kontainer.

Berikut lima berita yang paling banyak dibaca dan menjadi terpopuler di VIVA sepanjang Sabtu 12 Juni 2021, di antaranya:

1. Sindir Novel Cs, Fahri Hamzah: Kenapa Waktu Tes Lo Nggak Marah?

Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah mempertanyakan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi yang protes karena tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Fahri heran karena Novel Baswedan dan kawan-kawan protes setelah hasil TWK diumumkan.

"Soal tes kenapa waktu tes lo nggak marah? Waktu nggak lulus baru marah kan nggak fair dong. Lo kalau mau marah pas lagi tes. Bilang dong ini soalnya nggak fair. Anak SD juga enggak boleh begitu," kata Fahri di Jakarta Selatan, Jumat, Jumat, 11 Juni 2021.

Menurut dia, 75 pegawai yang tak lolos TWK ini lambat laun akan berakhir. Menurut dia, polemik ini jadi rangkaian fase kisruh di lembaga antirasuah tersebut.

Baca selengkapnya di sini

2. Preman di Pelabuhan, Kombes Yusri: Tanpa Diminta, Sopir Pasti Ngasih

Preman yang meminta pungutan liar pada sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dalam melakukan pungli telah mematok harga.

Mereka tidak sudi menerima uang Rp5 ribu yang diberi sopir. Buntut sudah terjadi sejak lama, praktik ini pun sampai mendarah daging di sana. Kegiatan ini seolah-olah jadi kewajiban yang harus dipenuhi para sopir truk.

"Kalau teman-teman katakan, ini sudah berapa lama? ini sudah cukup lama. Kasarnya orang bilang tidak perlu dimintai, sopir-sopir ini karena sudah jadi budaya, sudah langsung membayar," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Sabtu 12 Juni 2021.

Baca selengkapnya di sini

3. Dikira Boneka, Ternyata Mayat yang Sebagian Tinggal Tulang Belulang

Warga di Jalan H. Rean, Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dihebohkan dengan penemuan jasad pria pada Jumat, 11 Juni 2021. Penemuan mayat itu dekat kandang ayam di salah satu rumah warga.

Kanit Reskrim Polsek Pamulang, Iptu Darsono Iskandar mengatakan, jasad tersebut ditemukan pada pukul 12.30 WIB oleh sekelompok remaja yang sedang bermain di kawasan setempat.

"Saat itu, saksi bersama beberapa rekannya habis melaksanakan salat Jumat. Kemudian, main di kawasan itu, lalu saksi ini melihat jasad yang dikira boneka tergeletak di dalam kandang," kata Darsono.

Baca selengkapnya di sini

4. Dedi Mulyadi Tolak Rencana Kenaikan PPN Sektor Pertanian-Perikanan

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dedi Mulyadi menolak rencana kenaikan pajak penambahan nilai (PPN) bahan pokok dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan. Sebab, kata Dedi, rencana tersebut akan semakin membebani para petani.

"Karena kalau (produk pertanian) itu dikenakan pajak 12 persen atau pun 5 persen pilihannya, pada akhirnya produksi pertanian akan semakin ditekan harganya dan petani akan semakin rugi," tegas Dedi kepada VIVA, Jumat 11 Juni 2021.

Baca selengkapnya di sini

5. Pengakuan Pungli Pelabuhan: Bisa Beli Sepatu Harga Rp2,7 Juta

Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah melakukan pengembangan Kasus Pungli di PT. JICT dengan menetapkan satu tersangka baru. Tersangka tersebut adalah pengawas atau supervisor outsourcing PT. Multi Tally Indonesia.

Dari barang bukti yang dipublikasikan pihak kepolisian, barang yang diambil dari tersangka berupa uang tunai senilai Rp600.000, terdiri dari 120 lembar pecahan Rp5.000. Selain itu, satu buah sepatu bola merek Adidas berwarna hitam hasil uang pungli senilai Rp2.700.000.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, dengan posisinya tersebut, tersangka bisa memerintahkan Operator RTG untuk mendahului truck tertentu ketika ada pemberitahuan melalui Handy Talky dari Control Tower jika sudah melebihi waktu bongkar muat yang ditentukan.

Baca selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel