Faisal Basri: Utang Bengkak karena Penerimaan Pajak Turun Terus

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Faisal Basri angkat bicara mengenai upaya pemerintah untuk menangani pandemi Virus Corona dengan mengandalkan utang.

Menurutnya, utang membengkak karena penerimaan negara dari perpajakan terus menurun dari tahun ke tahun. Hal tersebut pun seolah tak mendapat perhatian dari pemerintah.

"Utang yang akan diissued pasti akan jauh lebih besar dari dana pemulihan ekonomi nasional karena pembayaran pajaknya turun terus. Ini tahun 2019 tax ratio kita turun terus dan tidak pernah dipermasalahkan," ujar Faisal dalam diskusi online, Jakarta, Senin (1/6/2020).

Faisal mengatakan, sejak jaman orde baru belum pernah sejarahnya tax ratio berada di bawah 10 persen. Namun kini hal tersebut terus terjadi bahkan terus menurun dengan adanya pelemahan penerimaan saat pandemi Virus Corona. Pemerintah juga dinilai lalai mengutip pajak dari orang kaya yang memiliki penghasilan besar.

"Kemampuan negara menutup pajak lemah sekali. Orang-orang yang harusnya bayar pajak besar, lalu bayar sedemikian kecilnya. Batubara itu kerugian negara luar biasa besar dan itu sudah dikaji oleh KPK. Tidak pernah dalam sejarah sejak orde baru tax ratio di bawah 10 persen tidak pernah, jadi sekarang ini turun terus," paparnya.

 

Pemerintah Dinilai Ugal-ugalan

Faisal Basri (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Dia menambahkan, kesalahan pengelolaan keuangan negara dengan mengandalkan utang tanpa memperhatikan penerimaan tersebut merupakan bukti bahwa pemerintah ugal-ugalan.

"Jadi kan gagal ini negara untuk mencari sumber pembiyaan dari pajak dengan alasan apapun. Pengeluran tidak mau dipotong, pajak merosot ya apalagi kalau tidak utang. Karena kita tidak punya tabungan. Negara ini ugal-ugalan kalau kita lagi untung wajib dihabiskan tahun itu juga jangan disisakan, kalau kita krisis utang, ya ugal ugalan," tandasnya.

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com