Faisal Yusra terpilih jadi Ketum Forum Ekselen BUMN

·Bacaan 3 menit

Musyawarah Nasional (Munas) Forum Ekselen BUMN (FEB) 2021 menghasilkan nama Faisal Yusra yang terpilih menjadi Ketua Umum FEB periode 2021-2024.

Adapun Faisal terpilih menjadi Ketum FEB setelah meraup 15 suara dari 36 anggota yang menghadiri Munas. Dari kuorum tersebut, 31 anggota menyetujui agar Faisal menjadi ketua umum.

"Ini yang membuat saya terpanggil, karena ini nampak terjadi penurunan (keikutsertaan BUMN dalam FEB)," kata Faisal saat menyampaikan sambutan di Ibis Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu.

Adapun karier Faisal di BUMN cukup banyak dijalani di PT Pertamina. Beberapa jabatan yang pernah ia isi mulai dari komisaris, chief audit, hingga manajer.

Selain itu, ia pun sempat beberapa kali diganjar penghargaan mulai dari Satyalancana Kehormatan Wirakarya dari Presiden tahun 2015, dan sejumlah penghargaan lainnya dari PT Pertamina.

Dalam menghadapi jabatannya hingga 2024, ia berencana membuat FEB menjadi solusi bagi para BUMN yang memiliki beragam kendala dalam bisnisnya. Sehingga FEB dapat menjadi organisasi yang dipercaya guna memberikan masukkan kepada dunia bisnis.

Dia juga menginginkan hal itu tidak terbatas hanya kepada para BUMN semata, namun juga dengan perusahaan-perusahaan lainnya.

"Jadi FEB ini harus bisa berkembang menjadi mitra bisnis bagi seluruh sektor, bukan hanya BUMN. Saya sebutnya itu BUMN plus untuk melakukan proses tadi," kata Faisal.

Dalam haluan kepemimpinannya, ia juga ingin memperkuat BUMN yang kini dilanda berbagai permasalahan. Maka dari itu, ia pun berharap BUMN membuka diri untuk bisa melakukan asesmen dengan dibantu tenaga dari FEB.

"Jadi memang kita kan membuka diri untuk memberikan masukkan, bagaimana bisa memotret memetakan suatu bisnis itu," kata Faisal.

Dalam agenda Munas itu, PT Indonesia Power mendapat predikat Industry Leader dengan nilai asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) sebesar 682.75.

Menurut Faisal, para BUMN bisa meniru apa yang dilakukan oleh PT Indonesia Power itu. Karena selain terbuka untuk pelaksanaan asesmen, dia menilai PT Indonesia Power pun melakukan kinerja yang sangat baik dalam berbagai bidangnya.

"Hampir semua kriteria itu dapat nilai baik, jadi rata dari tujuh dimensi itu, mereka mendapatkan hal-hal yang positif, kalau dia pincang hanya beberapa kriteria, tidak akan menjadi Industry Leader, kalau dia hampir merata, di seluruh dimensi itu hasilnya bagus" kata dia.

Direktur Utama PT Indonesia Power Ahsin Sidqi (kiri) menerima penghargaan dari Wakil Ketua Forum Ekselen BUMN Sutrisno (kanan) di Ibis Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/11/2021). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Direktur Utama PT Indonesia Power Ahsin Sidqi (kiri) menerima penghargaan dari Wakil Ketua Forum Ekselen BUMN Sutrisno (kanan) di Ibis Hotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/11/2021). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)


Adapun unsur-unsur yang dinilai dalam asesmen KPKU itu mengadopsi dan mengadaptasi Boldridge Exellence Framework versi tahun 2019-2020. Asesmen itu dinilai berdasarkan proses berbasis ADLI (Approach, Deployment, Learning, Intergration). Kemudian juga dinilai dengan berbasis LeTCI (Level, Trend, Comparison, Integration).

Untuk itu, ia pun bakal menggandeng berbagai BUMN yang telah kuat dari sisi organisasi untuk membantu mengembangkan BUMN yang lebih lemah.

"Kolaborasi antara BUMN itu seperti kita akan undang BUMN lain yang kesulitan melakukan pembinaan pengembangan SDM-nya karena masalah anggaran, maka akan kita ikutkan di BUMN lain," kata Faisal.

"Sehingga seluruh BUMN ini bertumbuh berkembang, pelatihannya kan banyak, pelatihan melakukan pengukuran, melakukan interpretasi dalam kriteria, dan lain sebagainya," tambahnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Indonesia Power Ahsin Sidqi mengatakan pihaknya berkomitmen menularkan yang telah didapat tersebut dengan para BUMN lainnya. Pasalnya hal tersebut, kata dia, merupakan komitmen PT Indonesia Power dalam mendukung kemajuan BUMN.

Adapun menurutnya salah satu kunci berkembangnya suatu perusahaan adalah inovasi. Selain itu, menurutnya transformasi menuju digitalisasi di era 4.0 ini menjadi unsur penting dalam menjalankan suatu bisnis.

"Di Indonesia Power tidak ada proses bisnis yang tidak meliputi digitalisasi, dan ini terus kita kembangkan dengan melakukan inovasi," kata Ahsin.

Berikut daftar pengurus inti FEB Periode 2021-2024:

Ketua Umum : Faisal Yusra
Wakil Ketua : Sutrisno
Sekretaris : Firmanto Purdhy
Bendahara : Fonny Yulina

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel