Fakta 2 Pentolan Pasukan Siluman TNI Penjaga Nyawa Jokowi

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tak banyak orang tahu bahwa ada satuan yang lebih elite di dalam Komando Pasukan Khusus (Kopassus), atau di dalam Korps Marinir. Kedua satuan itu adalah Detasemen 81 (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor dan Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Sat-81/Gultor merupakan detasemen yang berada di dalam Kopassus TNI Angkatan Darat. Sementara itu, Denjaka merupakan detasemen yang berada di bawah komando Komandan Korps Marinir (Dankormar).

Kedua detasemen itu sangat misterius, baik pengetahuan soal jumlah pasukan sampai persenjataannya. Baik Sat-81 Gultor maupun Denjaka, sama-sama memiliki kemampuan tinggi dalam hal operasi pertempuran hingga intelijen. Yang pasti, kedua detasemen ini sama-sama mampu bergerak tanpa terdeteksi alias senyap bak siluman.

Dengan kemampuan yang dimiliki, wajar jika Sat-81 Gultor dan Denjaka diandalkan untuk memimpin Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari situs resmi Paspampres, ada dua Perwira Tinggi (Pati) TNI yang berasal dari Sat-81/Gultor dan Denjaka.

Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo (Jokowi), pernah dikawal langsung oleh dua orang pentolan pasukan siluman TNI itu. Siapa saja mereka?

Sosok yang pertama adalah Mayjen TNI (Mar) Suhartono. Jebolan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1988 ini pernah menjadi Komandan Paspampres (Danpaspampres) periode 2017 hingga 2018.

Suhartono yang saat ini menjabat Sebagai Komandan Korps Marinir, pernah menjadi pentolan Denjaka. Pria kelahiran Batang 15 April 1966 ini dipercaya menjadi Komandan Denjaka (Dandenjaka) periode 2011 hingga 2012, saat masih berpangkat Kolonel Marinir.

Tercatat, Suhartono adalah Komandan Denjaka pertama yang berpangkat Kolonel Marinir. Sebab sejak 2002 hingga 2011, Komandan Denjaka disandang oleh Perwira Menengah (Pamen) TNI Angkatan Laut berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) Marinir.

Nama kedua adalah Brigjen TNI Tri Budi Utomo. Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1994 ini tercatat pernah menjadi Komandan Grup A Paspampres, periode 2019 hingga 2020. Tri yang merupakan berasal dari satuan Kopassus pernah menjadi Komandan Sat-81/Gultor pada 2016 hingga 2017, saat masih berpangkat Kolonel.

Setelah sempat menjadi Komandan Komando Daerah Militer (Danrem) 052/Wijayakrama, Tri saat ini menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus. Ia mengisi posisi yang ditingalkan oleh Mayjen TNI Mohamad Hasan, yang sekarang menjadi Danjen Kopassus.