Fakta Baru Dugaan Penipuan Putri Nia Daniaty Berkedok PNS: 16 Korban, Ada yang Setor Rp 100 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kasus dugaan penipuan berkedok penerimaan PNS yang menyeret putri Nia Daniaty akhir pekan ini memanas. Salah satu korban, Agustin, akhirnya buka suara di hadapan awak media.

Agustin mengaku intens bertemu putri Nia Daniaty bahkan telah menyetor uang puluhan juta rupiah untuk memuluskan jalannya menjadi PNS. Angan dan kenyataan rupanya tak sejalan.

“Kalau Oliv saya pertama bawa anak saya pun langsung ke rumah dia. Semua keluarga saya, yang saya bawa langsung ke rumah dia. Menyerahkan berkas menyerahkan uang langsung ke dia,” ujarnya terkait pertemuan dengan Olivia Nathania.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Masa Gue Bohong, Sih?

Sebelumnya, pada 21 Juli 2017 lalu,Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya laporan atas nama Olivia Nathania yang dibuat oleh Rani.Dalam laporan, Oi dianggap melakukan penggelapan uang Rp 61 Juta. (Deki Prayoga/Bintang.com)
Sebelumnya, pada 21 Juli 2017 lalu,Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya laporan atas nama Olivia Nathania yang dibuat oleh Rani.Dalam laporan, Oi dianggap melakukan penggelapan uang Rp 61 Juta. (Deki Prayoga/Bintang.com)

Pertemuan dengan Olivia berlangsung beberapa kali. Agustin berkoordinasi dengan putri Nia Daniaty lewat pertemuan tatap muka dan obrolan di aplikasi. Berkali Olivia meyakinkannya.

“Dia cuma bilang, ‘Ya Bu, masa gue bohong sih sama lo.’ Nanti deh, kapan-kapan gue bawa orang yang gue masukin (jadi PNS). Saya pernah menanyakan juga,” Agustin menyambung.

Pertemuan yang Kandas

Olivia Nathania atau yang akrab disapa Oi, anak penyanyi senior Nia Daniati mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Kedatangan Oi untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus penipuan yang telah dilaporkan oleh seseorang.(Deki Prayoga/Bintang.com)
Olivia Nathania atau yang akrab disapa Oi, anak penyanyi senior Nia Daniati mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Kedatangan Oi untuk dimintai keterangan terkait dugaan kasus penipuan yang telah dilaporkan oleh seseorang.(Deki Prayoga/Bintang.com)

Gelagat mencurigakan menguat ketika rencana pertemuan Agustin dengan mereka yang konon sukses jadi PNS berkat jasa Olivia Nathania gagal. Kala itu, Olivia tak kurang akal untuk berdalih.

“Terus dia bilang: Aduh, orangnya enggak mau takut nanti ditanya-tanyain. Katanya begitu, alasannya dia. Jadi orang yang mau kasih testimoni itu enggak mau takut nanti terimbas latar belakangnya seperti apa,” Agustin membeberkan.

16 Korban

Putri Nia Daniati, Olivia Nathania usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan, Selasa (1/8/2017). (Surya Hadiansyah/Liputan6.com)
Putri Nia Daniati, Olivia Nathania usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan, Selasa (1/8/2017). (Surya Hadiansyah/Liputan6.com)

Melansir dari video jumpa pers di kanal YouTube KH Infotainment, Minggu (26/9/2021), Agustin menyebut ia bukan satu-satunya korban. Uang yang amblas tak bisa dibilang sedikit.

“Saya sampaikan ya hitung saja, kalau misalnya 30 (juta rupiah) dikali 16, itulah. Jadi begini, perlu teman-teman ketahui semua, untuk kisaran biaya memang tidak rata,” Agustin menjelaskan.

Kena Rp 30 Juta

Nia Daniati dan sang putri, Olivia Nathania. (Deki Prayoga/Bintang.com)
Nia Daniati dan sang putri, Olivia Nathania. (Deki Prayoga/Bintang.com)

“Tergantung Olivia, ada yang awal pertama kali 25 juta, kemudian 30, 35, ada yang 40, ada yang 50 (juta rupiah) jadi beragam. Bahkan ada yang sampai 100 dan di atas 100 (juta rupiah) itu ada. Tapi yang jatuh di keluarga saya memang 30,” pungkasnya.

Hingga artikel ini disusun, pihak keluarga Nia Daniaty belum menyampaikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan penipuan berkedok penerimaan PNS yang menimpa Olivia Nathania.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel