Fakta Baru Seputar Minyak Goreng Curah, Termasuk Tersisa 2 Negara yang Masih Pakai

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah berencana menghapus minyak goreng curah dari pasaran. Nantinya minyak goreng curah akan digantikan dengan minyak goreng kemasan, guna lebih higienis.

Rencana penghapusan ini sebenarnya telah lama diinisiasi. Tepatnya sejak 2015. Namun, pemerintah masih maju mundur.

Saat ini Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan kembali menyuarakan, penghapusan minyak goreng curah akan dilakukan.

Terkait rencana penghapusan minyak goreng curah ini, berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah fakta terbaru sejauh ini.

1. Cegah Harga Mahal, Industri Minta Waktu 7 Bulan Penghapusan

harga mahal industri minta waktu 7 bulan penghapusan
harga mahal industri minta waktu 7 bulan penghapusan.jpg

Ketua Umum GIMNI, Sahat Sinaga menilai, idealnya pemerintah memberikan waktu 6-7 bulan untuk pelaku usaha melakukan penyesuaian. Alasannya, para produsen membutuhkan waktu untuk mendatangkan mesin-mesin pengemasan minyak goreng.

"6-7 bulan ini waktu yang cukup. Jadi Juli ini dibikin aturannya dan nanti per 1 Januari 2023 sudah tidak ada lagi minyak goreng curah," kata Sahat saat dihubungi merdeka.com.

Sahat menjelaskan, jika masa transisi yang ditetapkan pemerintah sangat singkat, bisa berdampak pada lonjakan harga mesin-mesin pengemasan. Apalagi mesin-mesin tersebut harus diimpor dari luar negeri. Kebutuhan yang tinggi akan mesin pengemasan bisa berbuah lonjakan harga mesin dan hanya menguntungkan pengusaha luar negeri.

"Kalau semua buru-buru nanti harga mesinnya mahal karena orang rebutan. Jadi jangan memperkaya tukang mesin, biar saja dikasih waktu," kata dia.

2. Cuma Indonesia dan Bangladesh Masih Pakai Minyak Curah

indonesia dan bangladesh masih pakai minyak curah
indonesia dan bangladesh masih pakai minyak curah.jpg

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengungkap, hanya ada dua negara yang masih menggunakan minyak goreng curah. Salah satunya Indonesia.

Ungkapan ini menambah alasan mengapa pemerintah berencana menghapus minyak goreng curah dari pasaran. Nantinya, minyak goreng curah akan digantikan dengan kemasan sederhana.

"Cuma dua (negara) di dunia ini yang masih (gunakan minyak goreng) curah, Bangladesh dan Indonesia," katanya kepada wartawan di depan Kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dia mengungkapkan penghapusan minyak goreng curah ini akan berlaku secara bertahap. Namun, dia tak menyebut kapan target dimulainya tahapan tersebut.

3. Harga Minyak Goreng Kemasan Sederhana

minyak goreng kemasan sederhana
minyak goreng kemasan sederhana.jpg

Pemerintah berencana akan menghapus minyak goreng curah dari pasaran. Untuk selanjutnya diganti dengan minyak goreng kemasan sederhana. Harga minyak goreng kemasan sederhana ini disebut akan dilepas sesuai mekanisme pasar.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut, harga minyak goreng kemasan sederhana nantinya akan dipertahankan di Rp 14.000 per liter.

"Harga tetap ya di Rp 14.000-an, ada naik (atau) turun-turun dikit lah," katanya kepada wartawan di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dia juga memastikan harga minyak goreng kemasan sederhana akan dilepas ke mekanisme pasar. Dia mengatakan dengan stok minyak goreng yang cukup akan mampu mempertahankan harga di kisaran Rp 14.000 per liter.

4. Letak Perbedaan Minyak Goreng Kemasan Sederhana

perbedaan minyak goreng kemasan sederhana
perbedaan minyak goreng kemasan sederhana.jpg

Ketua Umum Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga menjelaskan, minyak goreng curah yang dikemas tidak akan mengalami proses yang sama dengan minyak goreng kemasan premium. Sebab peruntukannya berbeda dengan kemasan premium yang harus dibuat tetap cair meskipun disimpan di ruangan dengan suhu rendah.

"Jadi minyaknya akan sama dengan yang sekarang (curah) cuma akan dikemas dalam kemasan sederhana," kata Sahat saat dihubungi merdeka.com.

Proses yang berbeda tersebut akan berpengaruh pada harga minyak goreng. Lantaran hanya dikemas dengan kemasan khusus, maka harga jualnya pun tetap terjangkau untuk masyarakat kelas bawah.

"Minyak goreng curah ini akan dikemas dengan kemasan khusus, kalau kita namakan minyak goreng pillow pad atau seperti bantal," kata dia.

Minyak goreng kemasan sederhana juga akan tetap beku jika disimpan pada suhu rendah. Namun hal ini bukan masalah besar karena nantinya peredarannya lebih banyak di pasar-pasar tradisional.

"Minyak goreng ini tidak perlu di ruangan ber-AC karena ini akan dijual di pasar-pasar," kata dia.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel