Fakta Baru, Sopir Odong-Odong Maut di Serang Belum Punya SIM

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemuda berinisal JL (27) warga Sentul, Kragilan Kabupaten Serang, sopir odong-odong maut yang menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Serang.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengungkapkan tersangka belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) sebagai kopetensi dalam berkendara.

"Bahwa tersangka atau sopir ini belum memiliki surat izin mengemudi, golongan A sesuai dengan kompetensi agar bisa mengendarai kendaraan roda 4," kata Shinto di Mapolres Serang, Rabu (27/7).

Shinto menegaskan tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dia terancam pidana maksimal enam tahun penjara.

"Tersangka dijerat pasal 310 ayat 2, 3 dan 4, Undang-Undang nomor 22 tahun 2009. mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga mengakibatkan korban mengalami luka ringan ayat 2, luka berat ayat 3 dan meninggal dunia ayat 4. Ada tiga pasal yang memang digunakan untuk melapis peristiwa lakalantas tersebut, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp12 juta," pungkasnya.

Saat kejadian, JL mengaku menyalakan musik kencang saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu. Akibatnya dia tidak mendengar kereta datang dan menabrak odong-odongnya.

"Iya nyetel musik (kencang)," ujar JL saat ditemui di Mapolres Serang.

JL mengungkapkan dirinya menyesal dengan apa yang telah terjadi. "Menyesal, namanya juga musibah," ujarnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel