Fakta BWF Tak Becus Selenggarakan Turnamen di Masa Pandemi COVID-19

Ridho Permana
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kasus All England Open 2021 masih membekas bagi Indonesia. Tentunya soal insiden yang terjadi di Utilita Arena Birmingham beberapa waktu lalu.

Skuad Merah Putih diusir dan diperlakukan tidak adil. Akhirnya pulang tanpa berlaga dan tak membawa gelar.

Hingga saat ini, tuntutan Indonesia tak dipenuhi. BWF enggan membongkar apa sebenarnya yang terjadi dan kejanggalan soal tujuh orang perwakilan dari Denmark, Thailand dan India yang Positif COVID-19 tak terungkap.

Meski demikian, BWF sudah merilis jadwal baru yaitu India Open Super 500. Partai itu berlangsung di Indira Gandhi Arena, New Delhi, India 11-16 Mei 2021.

Sebelum turnamen itu dilaksanakan, ada catatan penting bagi BWF. Perlu ada reformasi di tubuh mereka, terutama soal kebijakan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Zainuddin Amali beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa terjadinya kasus All England terjadi akibat kurang kompetensi BWF.

VIVA Bulutangkis mencatat, fakta lainnya bulutangkis China sampai sekarang tak bisa berlaga. Tentu ini jadi preseden buruk bagi BWF.

Harusnya, setelah setahun China tak berlaga sudah ada kejelasan. Apakah BWF bisa memperjuangkan para wakil Tiongkok atau tidak.

Selain itu, BWF perlu memperjelas akan kasus yang terjadi di All England. Serta bikin skema terbaik belajar dari kasus tersebut.

Olimpiade Tokyo pun semakin dekat. Bagaimana sistem yang dibangun agar kejadian serupa di All England tak terjadi lagi.