Fakta Dahsyat AC Milan Jelang Duel Krusial Kontra Celtic

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVAAC Milan kembali melanjutkan perjalanannya di Liga Europa dengan menjamu Glasgow Celtic di San Siro, Jumat dini hari WIB, 4 November 2020. Tiga poin dari duel ini sangat krusial untuk memperbesar peluang lolos ke babak 32 besar.

Potensi itu terbilang nyata lantaran Celtic berada dalam tren negatif saat berlaga di kompetisi ini. Raksasa Skotlandia itu kini berstatus juru kunci Grup H lantaran baru mengoleksi satu poin. Sementara, Milan berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup H di bawah Lille dengan koleksi tujuh poin.

Selain itu, Milan juga akan bermain di kandang. Sudah pasti Rossoneri akan berupaya keras memetik kemenangan sebagai hadiah penyambutan kembali Stefano Pioli yang baru saja pulih dari virus corona COVID-19.

Milan juga sudah membuktikan diri bisa tampil baik tanpa Zlatan Ibrahimovic yang kini sedang cedera. Laga ini akan jadi pembuktian selanjutnya skuad Il Diavolo Rosso bila mereka merupakan penantang juara musim ini.

Berikut fakta menarik yang mengiringi duel kedua tim seperti dikutip Sky Sports:

1. Milan hanya kalah sekali dari 11 pertemuan kontra Celtic di semua kompetisi (menang 7, imbang 3). Memenangkan empat pertemuan terakhirnya sejak kalah 1-2 pada Oktober 2007 di Liga Champions.

2. Milan dalam tren positif setelah tak terkalahkan dalam empat laga di semua kompetisi sejak dikalahkan Lille di Liga Europa pada awal November lalu.

3. Celtic hanya mampu mencetak satu gol di lima laga tandang kontra Milan (imbang 1, kalah 4). Satu gol itu lahir dalam kekalahan 1-3 pada fase grup Liga Champions 2004/05.

4. Milan kalah dua dari empat laga kandang terakhirnya di Liga Europa. Tapi, Rossoneri tak pernah merasakan kekalahan beruntun di San Siro saat berlaga di Liga Europa.

5. Satu poin yang diraih Celtic dari empat laga di fase grup Liga Europa musim ini menjadi perolehan poin terendah yang mampu mereka dapatkan sejak 2009/10.

6. Sejak awal musim lalu, tak ada pemain Celtic yang terlibat dalam proses penciptaan gol lebih banyak ketimbang Mohamed Elyounoussi (6), di mana empat di antaranya datang musim ini (3 gol, 1 assists).