Fakta di Balik Canda Tawa Brigadir J Sebelum Peristiwa Baku Tembak Versi Kuasa Hukum

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap peristiwa sebelum baku tembak terjadi. Disebutkan, baik Brigadir J maupun Bharada E terlibat obrolan yang cukup cair.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam mengatakan berdasarkan keterangan para ajudan Irjen Ferdy Sambo, didapati momen canda tawa dalam suatu pertemuan sebelum insiden baku tembak Brigadir J dan Bharada E terjadi.

"Kondisinya kaya apa, ini salah satu yang penting, misalnya begini, ini kondisinya kek bercanda bercanda, tertawa atau tegang, itu kami tanya di beberapa orang yang ikut dalam forum itu ngomongnya memang tertawa-tertawa. Itu yang kami tanya. Jadi kami lihat spektrum bagaimana kondisinya," tuturnya.

Namun, fakta lain diungkap Kuasa Hukum Keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak.

Ia menyebut yang terjadi sebelum baku tembak adalah penuh dengan pengancaman dan tangisan. "Saya menemukan bukti rekaman berdasarkan UU ITE, bukti yang kami temukan bukti sah," kata Kamaruddin saat dihubungi merdeka.com, Senin (1/8).

"Ada pengancaman, ada acara nangis-nangis dalam mengadu kepada kekasihnya bahwa dia akan pergi untuk selamanya dan dia meminta pria lain untuk menikahinya dan dia pamitan mohon maaf karena dia akan dibantai apabila naik ke atas, itu kan bukti," bebernya.

Ia menyebut ponsel yang menyimpan barang bukti tersebut kini sudah disita Kepolisian untuk dijadikan barang bukti.

"Nah bukti ini sudah diambil oleh penyidik utama polri, sudah disita handphonenya karena saking kasiannya begitu," tuturnya.

Sebelumnya, Kamaruddin mengungkap Squad Lama yang dimaksud mengerucut kepada ajudan Irjen Ferdy Sambo.

"Mereka sudah mengancam (Brigadir J) sejak Juni 2022, Sepekan sebelum kejadian," ungkapnya.

Kamaruddin merinci, Squad Lama yang dimaksud ialah tujuh ajudan Irjen Ferdy Sambo. Seperti di dalam foto yang beredar.

"Yang dimaksud Squad itu, perhatikan foto Ferdy Sambo, dia berdiri di kanan kirinya ada 4 (ajudan). Karena meninggal 1 jadi tinggal 7," katanya.

Sebelumnya, Pengacara Keluarga Irjen Ferdy Sambo Arman Hanis menepis soal tudingan adanya ancaman terhadap Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat oleh 'Squad Lama'. Ia memastikan, tidak adanya hal yang dimaksudkannya itu.

"Ya squad lama itu siapa, kalau yang disebut di berita itu Brigadir D, saya pastikan itu tidak ada, itu tidak mungkin. Kan saya juga sudah tanya juga Brigadir D, ini beritanya gimana, benar tidak. Ya tidak mungkin lah, saya teman baik, saya teman curhatnya, lupa apa seangkatan atau apa lah ya," kata Arman saat dihubungi, Sabtu (30/7).

"Penting Brigadir D itu temen curhatnya ya, yang kedua dia sampaikan enggak mungkin, mana berani kita," sambungnya.

Menurutnya, hal itu tidak mungkin dilakukannya karena Brigadir J merupakan orang yang dipercaya untuk mengurus segala sesuatunya.

"Karena ya J sangat dipercaya sebagai Kepala Rumah Tangga, dianggap sebagai, istilahnya bukan Kepala Rumah Tangga ya, yang mengurus (yang paling dipercaya lah) iya begitu. Mana ada orang berani begitu," jelasnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel