Fakta-fakta Jenderal Bintang 3 TNI Sebelum Wafat di Jakarta

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Senin 14 Desember 2020, dunia militer tanah air berduka cita. Perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat, Letnan Jenderal Herman Asaribab wafat.

Jenderal TNI penyandang tiga bintang emas itu menghembuskan napas terakhir di ruang perawatan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat, pada pukul 13:40 WIB. Beliau meninggal dunia di usia 56 tahun.

Kepergian Jenderal lulusan Akademi Militer 1988 itu cukup mengejutkan keluarga besar TNI. Terutama bagi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Sebab, dari catatan VIVA Militer, Letjen TNI Herman merupakan perwira tinggi TNI AD yang cukup diandalkan bagi Jenderal TNI Andika untuk mendampinginya memimpin TNI AD.

Banyak fakta di balik meninggalnya Jenderal TNI kelahiran Papua, 10 Juni 1964 itu. Terutama tentang karier dan sepakterjang luar biasanya di TNI.

Yang paling menjadi sorotan ialah, beliau wafat hanya kurang lebih sebulan sejak Letjen TNI Herman mencetak sejarah baru di TNI AD yang membanggakan Papua.

Dia dipercaya menjadi orang Papua pertama dalam sejarah TNI yang menduduki kursi orang nomor dua di Angkatan Darat. Letjen TNI Herman ditunjuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk menjabat Wakil KSAD pada 12 November 2020.

Fakta yang tak kalah hebatnya ialah, Letjen TNI Herman merupakan pati TNI AD yang pernah memegang dua tongkat kepemimpinan Komando Daerah Militer (Kodam) dalam dua tahun.

Jadi, dalam periode tahun 2019 - 2020, Letjen TNI Herman dilantik menjadi Panglima Kodam XII/Tanjungpura dan kemudian dipercaya menjabat Panglima Kodam XVII/Cenderawasih.

Beliau menjabat Panglima Kodam Tanjungpura pada 19 Maret 2019 menggantikan Mayjen Achmad Supriyadi. Dan kemudian dimutasi menjabat Panglima Kodam Cenderawasih pada 14 Agustus 2019 menggantikan Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring.

Kini Letjen TNI Herman Asaribab telah beristirahat dalam damai, jenazahnya telah kembali ke tanah kelahirannya dan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Trikora Waena, Kota Jayapura, Papua, pada Rabu 16 Desember 2020.