Fakta-fakta Penting Terkait Vaksin Perlu Kamu Tahu

Toto Pribadi, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin COVID-19 sudah mulai diberikan pada kelompok prioritas dan akan segera dilakukan tahapan kedua dengan jangkauan lebih luas. Meski begitu, banyak fakta terkait vaksin tersebut yang belum diketahui banyak orang.

Mulai dari lengan yang lebih baik untuk diberikan suntikan hingga sanksi menolak vaksin. Seperti apa fakta-faktanya? Berikut yang berhasil VIVA rangkum.

Tak Perlu Karantina Usai Vaksin

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan pada pekan lalu bahwa orang yang sudah mendapat dosis penuh vaksin COVID-19 tidak perlu lagi dikarantina setelah terpapar seseorang yang positif COVID-19. Namun, ada tiga kriteria yang harus dijalani.

Kriteria itu meliputi orang yang terpapar COVID-19 sudah divaksinasi dengan dosis lengkap, paparan COVID-19 terjadi dalam tiga bulan setelah menerima dosis terakhir, dan mereka tidak memiliki gejala sejak paparan terakhir, demikian menurut organisasi itu.

Lakukan Ini Agar Vaksin Efektif

Vaksin bekerja dengan mendorong respons kekebalan kita melawan patogen, banyak strategi pencegahannya juga bergantung pada kekebalan alami kita sendiri. Efisiensi sistem kekebalan kita juga menentukan seberapa cepat atau bagus suatu vaksin bekerja pada kita.

Pertama, Hindari dan kurangi asupan alkohol. Lalu, Jangan terlibat dalam aktivitas stres sebelum imunisasi. Sertai Makan yant baik dan tidur nyenyak. Terakhir, tetap melakukan aktifitas fisik walau tak berlebihan

Lengan Mana Lebih Baik?

Dilansir laman Times of India, mendapatkan vaksin COVID-19 sama seperti mendapat vaksin lainnya. Tidak ada pilihan yang benar atau salah mengenai lengan mana yang harus disuntik. Dokter hanya bisa memberisaran tapi keputusan akhir ada di penerima vaksin.

Tapi, karena sakitnya bisa berlangsung selama sehari atau dua hari setelah vaksinasi, sebaiknya pilih lengan yang tak dominan digunakan, yakni lengan kiri bagi sebagian besar orang. Jika kamu kidal, kamu bisa disuntik di lengan kanan.

Jadwal Vaksinasi Masyarakat Umum

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan, vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat umum paling lambat terlaksana di bulan April tahun ini. Itu diprioritaskan atau diarahkan dengan prioritas yaitu, daerah rentan wabah dan daerah yang berpenduduk padat.

Moeldoko mengatakan, adapun kriteria yang mendapat vaksin pada kelompok masyarakat tersebut adalah masyarakat di permukiman padat penduduk. Kemudian, pada tahap berikutnya berlanjut ke kelompok masyarakat lainnya.

"Jadi kalau penduduknya padat itu menjadi prioritas, berikutnya kalau itu (zona) merah itu menjadi prioritas daerah yang warnanya merah, apalagi (zona) hitam," kata mantan Panglima TNI itu.

Sanksi Tolak Vaksin

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan perpres baru yakni Perpres Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pengadaan Vaksin dan Vaksinasi COVID-19. Dalam perpres tersebut diatur mengenai keterkaitan penerima vaksin dengan bantuan sosial alias bansos.

Salah satunya poin ini, yakni Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin COVID- 19 yang tidak mengikuti vaksinasi COVID- 19 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dikenakan sanksi administratif berupa:

a. penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;

b. penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau

c. denda.