Fakta-Fakta soal Ditariknya Es Krim Haagen Dazs dari Pasar

Merdeka.com - Merdeka.com - Merek es krim Haagen Dazs kini menjadi sorotan. Ini karena adanya temuan kandungan etilen oksida (EtO) pada produk es krim vanilanya. Badan POM atau BPOM pun telah melakukan penarikan produk es krim Haagez Dazs setelah temuan etilen oksida tersebut.

Menurut keterangan Badan POM, produk yang ditarik adalah es krim rasa vanila merek Haagen-Dazs kemasan pint dan mini cup.

Produk es krim dengan merek yang sama untuk kemasan 100 ml dan 473 ml yang diimpor dari Prancis terdaftar di Badan POM dan beredar di Indonesia.

"Untuk melindungi masyarakat, Badan POM menginstruksikan importir untuk melakukan penarikan dari peredaran terhadap kedua produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs tersebut dan memperluas penarikan ke jenis kemasan lainnya, yaitu bulkcan (9,46 L)," dikutip dari keterangan di laman Badan POM.

Saat ini, beredar beberapa fakta soal penarikan produk es krim vanila Haagen Dazs setelah temuan kandungan etilen oksida. Berikut rangkumannya seperti ditulis Liputan6.com:

1. Sumber informasi

BPOM menerima informasi dari Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) pada 8 Juli 2022 dari European Commision Rapid Alert System for Food and Feed (EURASFF) tentang ditemukannya Etilen Oksida (EtO), dengan kadar melebihi batas yang diizinkan oleh European Union (EU), pada produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs.

2. Es Krim Ditarik

Sebelumnya, pada 6 Juli 2022, Otoritas di Prancis melalui RappelConso dan tanggal 7 Juli 2022, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menerbitkan informasi publik terkait penarikan secara sukarela Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs oleh produsen karena mengandung EtO.

Kemudian pada 8 Juli 2022, Singapore Food Agency (SFA) juga memerintahkan importir untuk melakukan penarikan produk Es Krim Rasa Vanila merek Haagen-Dazs.

3. Hentikan 11 Produk Es Krim

Haagen Dazs mengumumkan penghentian sementara penjualan 11 produk es krimnya, menyusul ditemukannya etilen oksida (EtO) dalam es krim vanilanya.

Kabar pemberhentian sementara penjualan itu diumumkan langsung oleh CEO Haagen Dazs Indonesia Dita Soedarjo melakui unggahan keterangan tertulis, di akun Instagram resminya, @ditasoedarjo pada Rabu (21/7).

Berikut 11 produk es krim Haagen Dazs yang diberhentikan sementara penjualannya adalah :

1. Tiramisu dengan kemasan Bulk Can

2. Belgian Chocolate dengan kemasan Minicup, Pint, Bulk Can

3. Caramel Biscuit and Cream dengan kemasan Minicup, Pint, Bulk Can

4. Dark Chocolate Ganache and Almond dengan kemasan Minicup, Pint, Bulk Can

5. Cookies and Cream dengan kemasan Minicup, Pint, Bulk Can, and Stickbar

6. Blueberry and cream dengan kemasan Minicup and Pint

7. Salted Caramel dengan kemasan Pint, Stickbar

8. Chocolate Cho Almond dengan kemasan Stickbar

9. Vanilla Caramel Almond dengan kemasan Stickbar

10. Macadamia Nut Brittle dengan kemasan Stickbar

11. Matcha Green Tea and Almond dengan kemasan Stickbar

4. Bahaya Etilan Oksida

Etilen oksida merupakan pestisida yang berfungsi sebagai fumigan, sebagaimana rilis resmi BPOM yang dipublikasikan tertanggal 19 Juli 2022. Fumigan adalah bahan kimia untuk mengendalikan hama yang diaplikasikan dengan alat dan teknik khusus hingga fumigan tersebut membentuk gas atau asap.

Mengutip Federal Institute for Risk Assessment (BfR), etilen oksida digunakan terutama sebagai zat kimia dalam pembuatan etilen glikol (antibeku), tekstil, deterjen, busa poliuretan, pelarut, obat-obatan, perekat, dan produk lainnya.

Codex Allimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah WHO/FAO belum mengatur batas maksimal residu EtO sehingga pengaturannya di tiap negara beragam.

Jika masyarakat menemukan produk es krim merek Haagen-Dazs dengan varian rasa vanila dan/atau varian dengan komposisi mengandung perisa vanila tersebut masih beredar, agar melaporkan ke Badan POM melalui Contact Center HALOBPOM atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Badan POM secara terus-menerus melakukan monitoring dan pengawasan pre- dan post-market terhadap sarana dan produk yang beredar untuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan menjamin produk yang terdaftar di Badan POM dan beredar di Indonesia aman dikonsumsi.

Badan POM RI mengajak masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam membeli produk pangan. Selalu ingat “Cek KLIK” (Cek Kemasan, Label, izin Edar dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.

Reporter: Natasha Khariunisa Amani

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel