Fakta-Fakta Sriwijaya Air SJ182, Sempat Delay dan Akhirnya Diduga Jatuh di Kepulauan Seribu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak, pada Sabtu (9/1/2021) petang. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten.

"Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJ-182, terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40 WIB," kata Budi dalam konferensi pers, seperti dikutip Minggu (10/1/2020).Budi Karya menjelaskan, pesawat Sriwijaya Air ini lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.36 WIB. Pada pukul 14.37 WIB, pesawat sempat diizinkan naik ke ketinggian 29 ribu kaki. Kemudian, pesawat terlihat tidak sesuai dengan arah perjalanan pada pukul 14.40 WIB.

"Tidak lama kemudian, dalam hitungan seconds (detik), SJ182 hilang dari radar," ucapnya.

Meski demikian, Direktur utama Sriwijaya Air Jefferson Jauwena memastikan kondisi pesawat Sriwijaya Air SJ182 dalam keadaan baik dan laik terbang sebelum take off.

"Kondisi pesawat dalam keadaan sehat, karena ini adalah rute kedua pesawat ini, sebelumnya Pontianak-Jakarta, informasi maintance semua lancar," ungkapnya.

Delay Akibat Cuaca

Jeff menceritakan, pemberangkatan pesawat SJ182 menuju Pontianak sempat delay atau terlambat terbang selama 30 menit.

Menurut dia, keterlambatan penerbangan pesawat Sriwijaya Air rute Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Bandara Supadio, Pontianak karena faktor cuaca.

"Memang sempat ada delay 30 menit karena faktor cuaca," ungkap Jeff.

Saat itu, hujan sangat deras, maskapai mengkhawatirkan akan membuat penerbangan terganggu. Oleh karena itu, ditunda 30 menit dari jadwal semestinya.

Kesaksian

Tak lama setelah lepas landas, berbagai kesaksian turut dilontarkan terkait hilangnya pesawat Sriwijaya Air tersebut. Seperti diberikan Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, yang mengaku menerima kabar adanya pesawat yang jatuh di sekitar lokasi daerahnya.

"Hanya informasi dulu, mungkin saat ini sedang ada pencarian infonya ada yang jatuh, meledak di Pulau Laki," tutur Junaedi saat dikonfirmasi.

Menurut dia, Pulau Laki berada di perbatasan Pulau Tidung dan Pulau Lancang. Informasi jatuhnya pesawat sendiri sekitar pukul 14.30 WIB.

"Iya (meledak), jangan terlalu ditanya kan saya juga baru informasi, belum tahu ke lapangan nggak semudah di darat," kata Junaedi.

Hilang kontaknya maskapai tersebut juga diendus oleh laman Flightradar24. Berdasarkan data Flightradar24, pesawat hilang kontak empat menit setelah lepas landas dari Jakarta.

"Penerbangan Sriwijaya Air SJ182 kehilangan ketinggian lebih dari 10 ribu kaki dalam waktu kurang dari satu menit, sekitar empat menit setelah keberangkatan dari Jakarta," tulis Flighrtradar24 via Twitter.

Hasil Temuan Sementara

Pesawat Sriwijaya Air (Liputan6.com/Faisal R Syam)
Pesawat Sriwijaya Air (Liputan6.com/Faisal R Syam)

Guna melacak pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pemerintah menggandeng berbagai pihak seperti Basarnas, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), TNI, termasuk bantuan dari Badan Keselamatan Amerika Serikat atau National Transportation Safety Board (NTSB).

Beberapa temuan pun didapat dari hasil pencarian, seperti sejumlah serpihan yang diduga dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 oleh Kapal Patroli Kementeriab Perhubungan.

Kapten Kapal Trisula Eko Surya Hadi menyatakan, serpihan tersebut dilaporkan dari para petugas dan sejumlah warga yang ikut serta dalam peninjauan lokasi yang diduga jadi lokasi jatuhnya pesawat di Kepulauan Seribu.

"(Ditemukan di kawasan) Pulau Lancang beberapa serpihan daripada pesawat tersebut, seperti life jacket, avtur, ada ditemukan pula, mungkin bagian tubuh dari manusia," kata Eko.

Selain itu, lanjut dia, para petugas dan warga juga menemukan sejumlah kabel-kabel yang ditemukan kira-kira pukul 15.00 WIB.

Puing Pesawat dan Potongan Tubuh Manusia

Rencananya, 188 turis Malaysia akan didaratkan di Bandara International Hanandjoedin, Belitung dengan maskapai Sriwijaya Air.
Rencananya, 188 turis Malaysia akan didaratkan di Bandara International Hanandjoedin, Belitung dengan maskapai Sriwijaya Air.

Kepala Badan SAR Nasional Bagus Puruhito menyebut bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menemukan puing di sekitar lokasi terduga jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Ada informasi yang kami terima dari masyarakat bahwa ada puing-puing oleh Pospol Lancang, pulau yang ada di sekitar diperkirakan lokasi pesawat Sriwijaya Air lost contact,” kata Bagus.

Namun, ia belum bisa memastikan apakah puing-puing tersebut bagian dari badan pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 SJ-182.

“Tapi, (puing) sudah ada di kapal Basarnas, akan diselidiki KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” ujarnya. ReplyReply to allForward

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: