Fakta-Fakta Wanita Gugurkan Kandungan Sampai 7 Kali

Merdeka.com - Merdeka.com - Berani berbuat tetapi tak mau tanggungjawab. Sejoli ini SM (30) dan NM (29) nekat menggugurkan kandungan hasil hubungan di luar nikah sebanyak tujuh kali.

Keduanya belum menikah karena hubungan mereka tak direstui orangtua. Kasus ini terungkap saat pemilik kontrakan tempat sepasang kekasih tersebut menemukan tujuh kotak makan. Rupanya, kotak makan tersebut berisi janin bayi.

Mereka menggunakan jamu dan obat-obatan secara mandiri untuk menggugurkan kandungan. SM mengetahui cara menggugurkan janin dari sang kekasih NM. NM sempat tinggal bersama bidan dan pernah sekolah farmasi.

NM dan SM kini ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya dijerat pasal berlapis. Sejumlah pasal yang akan dikenakan yakni Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 75 ayat (1) Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman untuk UU Perlindungan anak 15 tahun dan UU kesehatan 10 tahun penjara.

Berikut fakta-fakta wanita gugurkan kandungan sampai 7 kali:

Pakai Jagung dan Obat

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak mengatakan, belum ada tersangka lain dalam kasus penemuan tujuh janin dalam kotak makan. Ia mengaku modus kedua pelaku melakukan aborsi karena saat pacaran tahun 2012 si perempuan hamil. Dalam upaya aborsi, si perempuan menggunakan jagung dan obat.

"Karena malu, akhirnya mereka sepakat aborsi dan perjanjian akan dinikahi. Kemudian di tahun berikutnya hamil lagi, digugurkan dan dijanjikan lagi dinikahi sampai dengan tahun 2017," kata Reonald kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Kamis (9/6).

Reonald mengungkapkan janin hasil aborsi tersebut akhirnya dimasukkan dalam kotak makan dan dilakban agar tidak mengeluarkan bau. Ia membeberkan nantinya setelah mereka menikah, janin hasil aborsi tersebut akan dikuburkan di Toraja.

"Nanti sesuai dengan janji itu, atau 1 bulan setelah nikah akan dikuburkan di kampung perempuan di Toraja," bebernya.

Alasan Aborsi

Reonald mengungkap alasan pengguguran tujuh janin tersebut. Menurutnya, sang wanita ingin menagih janji kepada sang kekasih agar segera menikahinya.

Namun, meski telah melakukan aborsi sebanyak tujuh kali, sang pria tak kunjung menikahi. Hingga akhirnya, sang kekasih pun putus asa dan pergi ke Kabupaten Konawe untuk mencari kerja.

"Kan disimpan dalam boks, karena sudah mungkin sudah hopeless lah si perempuan maka memutuskan untuk pindah ke Konawe cari kerja di situ iyakan," katanya.

"Nah ditinggal boks itu, kenapa pas pindah belum dibuka-buka ibu kos. Karena di PHP juga oleh si cewek ini (NM). Nanti bu saya bayar, tetapi mundur sampai 3 bulan. Akhirnya bu kos ini ya sudah lah di kontrakan yang lain saja," tambahnya

NM pindah dan tidak membawa toples berisi janin tersebut. Hingga akhirnya kasus ini diusut pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan terungkap, orangtua tak setuju karena alasan belum mempunyai pekerjaan tetap.

"Keduanya ini satu kampung, sama-sama orang Toraja. Dan ternyata hubungan keduanya dari pihak laki-laki orang tuanya tidak menyetujui. Itu alasan mereka menggugurkan atau melakukan aborsi," kata Reonald.

Beda keterangan jumlah janin

Dari pendalaman dilakukan polisi, ada perbedaan keterangan dari keduanya soal jumlah janin yang digugurkan.

"Ada perbedaan pendapat antara tersangka laki-laki dan perempuan dari jumlah yang mereka hasilkan dari hubungan mereka. Menurut perempuan tujuh yang mereka gugurkan, tapi menurut laki-laki cuma empat," kata Reonald.

Karena perbedaan keterangan tersebut, pihaknya akan melakukan tes DNA untuk pencocokan apakah tujuh janin yang ditemukan merupakan hasil hubungan mereka berdua. Meski demikian, pihaknya belum mengetahui untuk jadwal tes DNA bagi kedua tersangka tersebut.

"Kemungkinan nanti kita lakukan tes DNA untuk memastikan janin siapa yang ada di situ. Kita belum tahu, nanti kita tanyakan ke kedokteran dan akan kita sampaikan selanjutnya," sebutnya.

Sejak 2012-2017

Polisi juga akan melakukan pemeriksaan psikoterapi untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Apalagi, keduanya diduga sudah tujuh kali melakukan aborsi. Pertama kali tahun 2012 saat NM berusia 19 tahun.

"Kami sudah pasti akan lakukan pemeriksaan ke psikoterapi untuk memastikan kondisi kejiwaannya. Kenapa sampai setega itu, melakukan aborsi dan proses aborsinya itu dilakukan dari tahun 2012 sampai 2017," ungkapnya.

Polisi belum menemukan barang bukti alat digunakan keduanya untuk melakukan aborsi. Ia menjelaskan keduanya melakukan aborsi dengan memakan jagung dan memasukkan obat medis ke dalam alat vital pelaku perempuan.

"Sampai sekarang kita tidak menemukan alat untuk aborsi. Latar belakang perempuan ini pernah sekolah kesehatan," sebutnya.

Dimakamkan satu liang

Tujuh janin hasil aborsi yang ditemukan di kamar indekos di Jalan Balang Turungan, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar akhirnya dimakamkan. Seluruhnya dikuburkan dalam satu liang lahat berukuran 70x1 meter.

Lurah Daya Nur Alam mengatakan, ketujuh janin itu telah dimakamkan di Pekuburan Islam Romang Mandai, Sudiang, Makassar Rabu (8/5) sekitar pukul 20.30 Wita. Pemakaman dilakukan setelah Biddokes Polda Sulsel telah melakukan tes DNA.

"Kemarin sore saya dihubungi terkait proses pemakaman dan saya langsung koordinasikan dengan Ketua RT dan RW untuk siapkan pemakaman khusus untuk warga Daya. Pemakaman sempat tertunda, karena polisi masih melakukan tes DNA terhadap tujuh janin itu," ujarnya, Kamis (9/6).

Nur Alam memaparkan pemakaman dihadiri Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta tokoh masyarakat. Ia mengatakan tujuh janin tersebut dikuburkan dalam satu liang lahat berukuran 70x1 meter.

"Satu-satu dikuburkan dalam satu liang lahat ukuran 70x1 meter. Jadi janinnya dijejer 4 dan 3," bebernya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel