Fakta Kota Terhoror Dunia, Tempat Mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Sebuah fakta baru terungkap terkait kondisi horor yang terjadi di Kota Guayaquil, Ekuador. Ternyata jumlah penderita Virus Corona atau COVID-19 di kota kecil itu telah mencapai 1.500 orang.

Hal itu diungkap Menteri Kesehatan Ekuador, Juan Carlos Zevallos, saat diwawancarai Radiolacalle, Minggu 5 April 2020.

"Kamu tidak bisa menyembunyikan mayat, kamu tidak bisa menyembunyikan korban tewas. Itu sama sekali tidak layak, itu adalah momen ketidak-transparansi. Apa yang saya jelaskan adalah bahwa ada peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jumlah orang yang meninggal di kota itu, dari pergi dari 700 menjadi 1500 mati dalam waktu yang sangat singkat adalah sesuatu yang menjadi tidak terkendali," kata Zevallos.

Kondisi kota berpenduduk itu memang sangat menyeramkan, bagaimana tidak dalam beberapa hari terakhir ini, banyak sekali ditemukan jenazah-jenazah di jalanan kota  dan juga di depan-depan rumah warga.

Ada jenazah yang telah dikemas dengan peti, ada juga yang hanya dibungkus seadanya dengan kantong plastik berwarna hitam. Bahkan tak sedikit jenazah ditemukan dalam kondisi hanya ditutupi kain saja.

Warga di kota yang berpenduduk sekitar 2,5 juta itu, terpaksa membiarkan jenazah di jalanan karena tak mampu menguburkannya. Mereka sengaja meletakkan jenazah keluarga mereka di jalanan dengan harapan dievakuasi oleh petugas penyelamat negara.

Sementara itu, Pemerintah Ekuador telah mengerahkan petugas untuk mengevakuasi dan menguburkan jenazah di Kota Guayaquil. Tak cuma itu saja, pemerintah juga telah mengirimkan ribuan peti jenazah untuk dibagikan ke warga.

Baca: Kota Paling Horor di Dunia, Mayat-mayat COVID-19 Dibiarkan di Jalanan