Fakta Menarik Air Hujan, Amankah Bagi Kesehatan Bila Meminumnya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Air merupakan komponen penting bagi kehidupan. Fakta menarik dari air itu adalah kandungan air dalam tubuh manusia sekitar 60% - 70% dari berat tubuh.

Mengonsumsi air putih yang banyak dapat membantu menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh, seperti keringat dan buang air. Dengan minum air putih, tubuh akan berfungsi secara optimal dan tetap sehat.

Kebanyakan orang terbiasa mendapatkan air minum dari keran, sumur, atau pun sungai. Namun, pernahkah kamu mencoba untuk minum air hujan? Berikut fakta menarik dari air hujan.

Berpotensi berbahaya bagi kesehatan tubuh

Ilustrasi Hujan (pixabay.com)
Ilustrasi Hujan (pixabay.com)

Secara inheren, tidak ada yang salah dengan air hujan. Faktanya, sebagian orang justru bergantung pada air hujan sebagai sumber utama air minum mereka. Namun, air hujan tidak selalu aman untuk dikonsumsi, lho.

Beberapa faktor fisik dan lingkungan dapat dengan cepat mengubah air hujan yang segar dan bersih berpotensi bahaya untuk kesehatan tubuh. Air tersebut dapat mengandung parasit, bakteri berbahaya, bahkan virus yang dapat menyebabkan penyakit.

Air hujan yang jatuh di area tercemar dan terkontaminasi dengan kotoran tentu tak bisa dikonsumsi oleh manusia. Oleh karena itu, mengonsumsi air hujan secara langsung tanpa mengolahnya lebih dulu tidak disarankan.

Berbagai klaim manfaat air hujan

Ilustrasi Hujan. (Bola.com/Pixabay)
Ilustrasi Hujan. (Bola.com/Pixabay)

Ada berbagai klaim yang menyatakan air hujan memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, belum ada bukti secara ilmiah yang mendukung mayoritas klaim tersebut.

Salah satu klaim manfaat dari mengonsumsi air hujan adalah dapat meningkatkan pH darah karena air hujan lebih basa daripada air keran. Namun, air hujan tak mengubah pH darah secara signifikan.

Selain itu, air hujan biasanya tak bersifat basa. Sebaliknya, ini cenderung sedikit asam dengan pH sekitar 5,0-5,5. Akan lebih asam jika menampung air hujan dari lingkungan yang banyak polusi udaranya.

Meskipun mengumpulkan air hujan adalah cara yang mudah untuk mendapatkan air minum, hal ini tetap tidak aman untuk tubuh. Polusi lingkungan, bakteri berbahaya, dan parasit yang mencemari air hujan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Cara agar air hujan dapat dikonsumsi

Warga memeriksa tong air di kawasan Kampung Kamal Muara, Jakarta, Selasa (9/7/2019). Sebagian besar warga Kampung Kamal Muara memasang pipa pada talang air di tepi atap rumah mereka untuk menampung air hujan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Warga memeriksa tong air di kawasan Kampung Kamal Muara, Jakarta, Selasa (9/7/2019). Sebagian besar warga Kampung Kamal Muara memasang pipa pada talang air di tepi atap rumah mereka untuk menampung air hujan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Untuk dapat mengonsumsi air hujan, Anda perlu melakukan metode panen air hujan dengan benar dan menjaga kebersihan air hujan itu sendiri. Mutu kebersihan air hujan akan ditentukan oleh kebersihan area tangkapan, talang, dan bak penampung. Atap tentu kotor karena terkena debu atau kotoran, maka atap dapat mencemari air yang tersimpan serta menumpuk sedimen di dalam bak penampung.

Untuk menyaringnya, Anda bisa menggunakan media seperti kerikil dan menaruhnya di depan bak penampungan.

Anda juga perlu menguji kondisi air, sistem panen air hujan, dan membersihkan permukaan area tangkapan air talang secara rutin. Hal ini untuk meminimalisir akumulasi kotoran dan menjaga kualitas air tetap terjamin.

Saksikan Video Pilihan Di Bawah Ini: