Fakta Menarik Si Benteng, Angkot Mewah Asal Tangerang dengan Tarif Rp 2.000

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangerang Kota Tangerang selalu memiliki hal baru dan menarik yang bisa dinikmati Setelah deretan kampung tematik yang bisa untuk ngabuburit dan berburu takjil di kawasan kuliner pasar lama, kini kamu juga bisa berkeliling kota Tangerang lebih nyaman dengan Si Benteng, angkutan dalam kota yang menawarkan fasilitas mewah dan terjangkau.

Si Benteng, mulai beroperasi pada Januari 2021 lalu. Kehadirannya seperti menjadi jawaban dari harapan masyarakat yang menginginkan menikmati fasilitas angkutan umum, namun nyaman dan aman membawa sampai tujuan.

Desain Retro, 90an!

Si Benteng.
Si Benteng.

Paling menonjol dari angkutan umum ini adalah desainnya. Mengusung tema retro ala 90an, membuat Si Benteng sangat unik dan menarik di jalanan. Warga pun terkejut dengan kehadiran Si Benteng sebagai moda transportasi angkutan umum Kota Tangerang.

"Saya sudah coba dari awal angkutan ini ada. Dikira kan hanya uji coba, ternyata ada selamanya. Jadi Alhamdulillah bolak balik ke tempat kerja di kawasan industri Jatiuwung jadi nyaman,”tutur Dewi, warga yang juga penumpang setia Si Benteng.

Tarif Rp 2.000, Ramah di Kantong

Dewi pun mengapresiasi tarif angkot Si Benteng yang terbilang ramah di kantong, yakni hanya Rp 2 ribu saja. Sehingga, dia merasa terbantu untuk menghemat biaya transportasi di tengah himpitan Pandemi Covid-19.

"Jujur, saya jadi bisa berhemat. Sebab selama pandemi ini, gaji dipotong 30 persen,” katanya.

Jam Operasional di Bulan Ramadan

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Sementara, selama di bulan Ramadan ini, Si Benteng beroperasi dari jam 06.00 pagi hingga pukul 19.00 malam. Dengan begitu, meski berpuasa, Si Benteng masih tetap prima melayani perjalanan masyarakatnya.

"Sehingga, masyarakat tetap bisa menikmati perjalanan murah meriah Rp 2 ribu saja, namun tetap nyaman dan aman,” tutur Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

Layani Empat Rute, Atasi Kemacetan

Selain itu, desainnya yang menonjol dengan konsep retronya, bisa menarik hati masyarakat.

“Memang sengaja, agar masyarakat lebih tertarik beralih menaiki transportasi umum. Sehingga jangka panjangnya bisa mengurangi kemacetan di Kota Tangerang,” tuturnya.

Angkot ini melayani empat rute, yakni rute 1 Gandasari-Gajah Tunggal, rute 2 Gajah Tunggal-Kampung Ledug, dan rute 3 Taman Cibodas-Situ Bulakan, serta rute 4 melayani jalur Terminal Cimone-Pasar Lama. Sehingga menjadikannya, angkutan umum utama dari pemukiman masyarakat, menuju tempat kerja maupun kawasan pasar.

"Metode pembayarannya ke depan akan menggunakan non tunai, sehingga bisa meminimalisir penyebaran Covid-19, meskipun berada di transportasi umum,” katanya.

Selama pandemi pun, wali kota memastikan, bila sopir angkot Si Benteng tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. Seperti wajib mengenakan masker, menyediakan handsanitizer, serta memastikan penumpangnya menjaga jarak di dalam angkot.

"Jadi tidak bisa penuh desak-desakan gitu, wajib jaga jarak. Maksimal 25 sampai 50 persen kapasitasnya," tegas Arief.

(*)