Fakta Mencengangkan GKR Hayu Putri Keraton Yogyakarta yang Pernah Disebut Kampungan

·Bacaan 2 menit

Yogyakarta - Salah satu putri Keraton Yogyakarta, GKR Hayu, yang dibilang kampungan saat di Jakarta ternyata lebih banyak menghabiskan waktunya di luar negeri.

Dalam informasi yang diperoleh dari laman resmi Kratonjogja.id, sejak lulus dari bangku sekolah dasar atau SD di Yogyakarta, GKR Hayu memilih sekolah di luar negeri.

Tercatat sejak lulus SD, Putri Keraton Yogyakarta menimba ilmu di Brisbane Adventist College di Australia. Kemudian, kembali ke Yogyakarta selama satu tahun dan bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta.

Setelah itu, putri Keraton Yogyakarta ini melanjutkan studinya di International School of Singapore.

Kemudian, dari Singapura ia memilih untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat di jurusan Computer Science, Stevens Institute of Technology, New Jersey, Amerika.

Namun, karena merasa tak begitu menguasai bidang pemrograman, dia pindah ke jurusan Information System Management di Bournemouth University, Inggris.

Selain itu, putri Keraton Yogyakarta yang kerap disapa Jeng Abra ini juga menimba ilmu master di Fordham University, New York dengan beasiswa LPDP. Studi masternya ini, ia tempuh setelah menikah dengan KPH Notonegoro.

Seorang Gamers

Dikutip dari situs resmi Keraton Yogyakarta, semenjak kecil, putri keempat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan GKR Hemas ini suka bermain puzzle, lego, video games dan permainan merakit.

Hingga saat ini, gim menjadi salah satu hobi yang sering ia lakukan

Bahkan, hobinya bermain games itu tak dilarang oleh sang ayah. Putri Keraton Yogyakarta ini mengaku tak pernah dibatasi untuk bermain segala jenis permainan, meskipun dia perempuan.

Ketertarikannya kepada games dan juga komputer itu mengarahkan GKR Hayu mengambil studi Computer Science di Stevens Institute of Technology, New Jersey, Amerika Serikat.

Namun, karena merasa tak begitu menguasai bidang pemrograman, dia pindah ke jurusan Information System Management di Bournemouth University, Inggris.

Keahilaannya di bidang IT itu membuat putri Keraton Yogyakarta satu ini didapuk menjadi Pemimpin Divisi IT dan Dokumentasi Keraton Yogyakarta atau kerap dibilang Tepas Tandha Yekti.

Disebut Kampungan karena Ucapkan Terima Kasih ke Satpam

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, beberapa waktu lalu viral cuitan GKR Hayu saat bercerita pengalamannya di Jakarta.

Cuitan yang ditulis pada 2018 silam itu mengisahkan tentang GKR Hayu saat menyebrang jalan di Jakarta yang dibantu oleh satpam.

GKR Hayu tak lupa mengucapkan terima kasih kepada satpam tersebut. Tetapi ada gerombolan orang di belakang GKR Hayu yang menyebut perilaku GKR Hayu tersebut kampungan.

“Nyebrang dr Plaza Senayan ke Senayan City ngucapin ‘makasih pak’ sama tiap satpam yg nyebrangin. Diketawin gerombolan di belakang. Bisik2 ngatain kampungan,” tulis putri Keraton Yogyakarta itu pada 30 Juni 2018 di akun Twitternya, @GKRHayu.

“That’s called manners ma fren, were you raised by wolves? [Itu namanya tata krama, teman-teman, dulu kalian dibesarkan serigala],” tambah dia.

Tulisan GKR Hayu tersebut kemudian viral dan ramai diperbincangkan netizen di media sosial.

Dapatkan berita Solopos.com lainnya, di sini:

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel