Fakta Mengenaskan Hafiz/Gloria Usai Gagal ke Olimpiade Tokyo

·Bacaan 1 menit

VIVA – Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memastikan tidak ada perubahan jendela kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020. Baik itu penambahan, pengurangan maupun penyesuaian jumlah turnamen.

Dengan keputusan ini, tidak ada lagi turnamen tersisa untuk pengumpulan poin usai batalnya Malaysia dan Singapura Open karena pandemi COVID-19. BWF juga mengonfirmasi akan segera mengirimkan undangan kepada atlet-atlet yang lolos kualifikasi.

Imbasnya, Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil untuk berlaga di ajang terakbar tersebut. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), Gregoria Mariska Tunjung (tunggal putri), Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra), Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (ganda campuran).

Sementara, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja yang sedang mengejar poin untuk merebut tempat di Olimpiade harus rela mengubur mimpinya. Dengan tidak ada turnamen tersisa, Hafiz/Gloria tidak lagi bisa mengejar peringkat delapan besar.

Hafiz/Gloria terpaku di peringkat sembilan dengan poin 60.851. Terpaut 647 poin dari Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) di peringkat delapan.

VIVA Bulutangkis mencatat, ada fakta mengenaskan dari Hafiz/Gloria sejak awal BWF World Tour 2021 ini. Mereka selalu hancur di tiap turnamen.

Memulai Thailand Open I (12-17 Januari), mereka hancur di babak 32 besar. Hafiz/Gloria dipermalukan wakil India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashhwini Ponnappa lewat rubbergame.

Selanjutnya Thailand Open II (19-24 Januari), Hafiz/Gloria keok di babak perempatfinal. Mereka dihabisi Hoo Pang Ron/Cheah Yee See lewat rubbergame.

Kemudian, pada BWF World Tour Finals. Hafiz/Gloria tumbang dari wakil Malaysia Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie lewat rubbergame.

Terakhir, pada Swiss Open. Hafiz/Gloria kembali dihancurkan Satwiksairaj/Ashhwini dua game langsung.