Fakta Mengerikan Hari Valentine, Berasal dari Penyiksaan Wanita

Dian Lestari Ningsih, delala
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hari Valentine atau kasih sayang kerap diartikan sebagai perayaan penuh cinta kepada orang terkasih dengan cara memberikan cokelat, kartu ucapan, atau mawar merah. Namun faktanya, Hari Valentine berawal dari sejarah dan mitos yang mengerikan. Simak beberapa fakta dan mitos dari sejarah Hari Valentine berikut:

1. Hari Valentine Berasal dari Tradisi Menyiksa Perempuan

Valentine tidak bisa dipisahkan dari kepercayaan paganisme di era Romawi Kuno. Setiap tanggal 13-15 Februari warga Romawi kuno merayakan Lupercalia, sebuah tradisi yang mengandung penyiksaan perempuan.

Dalam upacara itu para gadis muda dicambuk oleh pria setengah telanjang, menggunakan tali yang berasal dari kulit kambing yang baru dikorbankan.
Puncak Lupercalia adalah pada 15 Februari,

di samping gua yang berada di kaki bukit Palatine. Tempat itu diyakini menjadi tempat serigala betina menyusui Romulus and Remus pendiri kota Roma dalam mitologi Romawi. Meskipun terdengar sesat, tradisi ini dilakukan oleh orang Romawi hingga 496 Masehi demi pemurnian dan kesuburan perempuan.

Pada tahun 496, Paus Gelasius I melarang Lupercalia dan menyatakan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine.

valentine1
valentine1

valentine1

2. Asal Usul Surat Cinta Valentine

Dikutip dari situs LiveScience, setidaknya ada 3 pria yang bernama Valentine di tahun 200-an Masehi. Semuanya tewas secara mengenaskan. Salah satunya adalah seorang imam di Kekaisaran Romawi yang membantu orang-orang Kristen yang dianiaya pada masa pemerintahan Claudius II.

Saat dipenjara, ia mengembalikan penglihatan seorang gadis buta yang akhirnya jatuh cinta padanya. Valentine yang pertama dipenggal pada 14 Februari.

Valentine kedua adalah uskup yang saleh dari Terni, yang juga disiksa dan diekselusi selama pemerintahan Claudius II, pada tanggal 14 Februari di tahun yang berbeda dari Terni.

valentine2
valentine2

valentine2

Sementara, yang ketiga adalah Valentine dari Genoa yang diam-diam menikahkan pasangan, menentang aturan pernikahan yang dikeluarkan Claudius II.

Saat ia dipenjara, legenda menyebut bahwa ia jatuh cinta dengan putri orang yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi sadis, ia membuat surat cinta pada sang kekasih. Yang ditutup dengan kata, 'dari Valentine-mu'.