Fakta Penemuan Konter Makanan Cepat Saji Era Romawi Kuno di Pompeii

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pompeii menambah daftar temuan kunonya. Akhir pekan kemarin, melansir laman Channel News Asia, Senin (28/12/2020), para peneliti mengatakan, mereka telah mengidentifikasi termopolium fresco atau konter makanan cepat saji dalam keadaan pengawetan yang luar biasa.

Konter makanan cepat saji yang dihiasi pola polikrom dan dibekukan abu vulkanik ini sebagian telah digali tahun lalu. Namun, para arkeolog memperpanjang pekerjaan di situs tersebut untuk mengungkapnya dalam kondisi penuh.

Pompeii sendiri memang terkubur di lautan lahar mendidih ketika gunung berapi di dekat Gunung Vesuvius meletus pada 79 masehi. Tragedi ini menewaskan antara dua ribu hingga 15 ribu orang.

Para arkeolog terus melaporkan penemuan di sana. Thermopolium of Regio V di persimpangan yang ramai antara Silver Wedding Street dan Alley of Balconies setara dengan kedai makanan cepat saji di era Romawi Kuno.

Yang sebelumnya digali adalah lukisan dinding dengan gambar bidadari Nereid menunggangi kuda laut dan gladiator dalam pertempuran. Dalam tahap terbaru pekerjaan mereka, para arkeolog menemukan sejumlah pemandangan benda mati.

Termasuk di dalam daftar tersebut, yakni penggambaran hewan yang diyakini ada di menu makanan cepat saji, terutama bebek mallard dan ayam jago, untuk disajikan dengan anggur atau minuman panas.

Para ilmuwan juga dapat mengumpulkan informasi baru tentang kebiasaan gastronomi di kota yang berasal dari letusan, yaitu Pompeii dan kota tetangga, Herculaneum. Ini fokus pada waktu penduduknya mencoba melarikan diri, tapi nahas tertelan arus lahar piroklastik maupun berujung tertimpa bangunan yang jatuh.

Catatan Penemuan

Gambar yang dirilis pada 26 Desember 2020 menunjukkan termopolium, semacam konter
Gambar yang dirilis pada 26 Desember 2020 menunjukkan termopolium, semacam konter

Tim juga mencatat penemuan pecahan tulang bebek, serta sisa-sisa babi, kambing, ikan, dan siput dalam pot gerabah. Beberapa bahan dimasak bersama seperti paella era Romawi. Kacang fava yang dihancurkan, di mana bahan ini umumnya digunakan untuk mengubah rasa anggur, ditemukan di dasar salah satu stoples.

"Selain jadi saksi kehidupan sehari-hari di Pompeii, kemungkinan untuk menganalisa yang diberikan oleh termopolium ini luar biasa, karena untuk pertama kalinya kami telah menggali situs secara keseluruhan," kata Massimo Osanna, direktur jenderal di Taman Arkeologi Pompeii.

Amphorae, menara air dan air mancur juga ditemukan di samping sisa-sisa manusia, termasuk seorang pria yang diyakini berusia sekitar 50 tahun dan ditemukan di dekat tempat tidur anak-anak.

"Konter (makanan cepat saji) tampaknya telah ditutup dengan tergesa-gesa dan ditinggalkan pemiliknya. Tapi, ada kemungkinan seseorang, mungkin lelaki tertua, tetap tinggal dan meninggal selama fase pertama letusan," kata Osanna pada Kantor Berita Ansa.

Sisa-sisa orang lain mungkin milik seorang pencuri oportunia. "Atau, seseorang yang melarikan diri dari letusan dan terkejut dengan uap yang terbakar tepat saat tangannya memegang tutup panci yang baru saja dibuka," tambah Osanna.

Thermopolium, kata yang berasal dari bahasa Yunani "thermos" untuk panas dan "poleo" untuk dijual, sangat populer di zaman Romawi.

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: