Fakta Program Kartu Prakerja, Berlanjut Hingga 2024 Hingga Dicontoh Negara Lain

Merdeka.com - Merdeka.com - Progam kartu prakerja diklaim menjadi salah satu program tersukses pemerintah. Program Kartu Prakerja telah diteliti oleh berbagai pihak seperti TN2PK dan World Bank dan menyatakan program ini bermanfaat.

"Kartu prakerja adalah program sukses pemerintah Republik Indonesia. Dalam mengubah permukaan publik, teknologi digital, dan cara-cara inovatif biasanya dilakukan oleh startup diimplementasikan di kartu prakerja," kata Menko Airlangga dalam webinar Kartu Prakerja: Indonesia’s Digital Transformation and Financial Inclusion Breakthrough.

Program Kartu Prakerja telah terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran kewirausahaan, daya beli dan inklusi keuangan. "Penelitian dilakukan secara presisi, bahwa penerima manfaat perempuan, penerima manfaat yang tinggal di luar Jawa dan penerima manfaat, yang lulusan SMA atau lebih tinggi dan tinggal di perkotaan sangat terbantu dengan adanya Program Kartu Prakerja," ujarnya.

Pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis kemitraan di Kartu Prakerja ini kemudian dibangun dengan melibatkan ratusan pemangku kepentingan, dan tercatat lebih dari 12 juta telah menjadi penerima Kartu Prakerja.

Menko Airlangga menjelaskan, banyak keuntungan yang diperoleh peserta setelah bergabung dalam Program Kartu Prakerja. Di antaranya mendapatkan sertifikat, dan peluang mendapatkan pekerjaan menjadi lebih tinggi.

"Lebih dari itu. Kartu Prakerja menawarkan lebih banyak lagi kepada masyarakat. Mendorong penyaluran insentif yang telah tersebar melalui Bank dan perusahaan fintech yang diuntungkan. Bisa pilih sendiri payment channel dari BNI, Link aja, OVO, atau DANA," jelasnya.

Belum lama ini, Presiden Jokowi bertemu dengan ribuan alumni program kartu prakerja. Berbagi fakta terbaru terungkap dalam pertemuan tersebut. Berikut faktanya:

Dicontoh Negara Lain

Keberhasilan program Kartu Prakerja di Indonesia mencuri perhatian dunia, termasuk pemerintah Belanda. Program kartu prakerja dinilai bisa menjadi percontohan dan diterapkan di negara-negara berkembang lainnya.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Temu Raya Alumni Program Kartu Prakerja bersama Presiden RI Joko Widodo, yang dilaksanakan Hybrid, di Sentul International Convention Centre, Bogor, Jumat (17/6).

"Dalam pertemuan di Davos menteri dari Belanda dengan perdana menteri juga mengatakan bahwa kartu prakerja bisa direplikasi di negara-negara berkembang yang lain bapak presiden," kata Menko Airlangga.

Menko Airlangga menyebut bahwa program kartu prakerja adalah salah satu program Government to people (G2P) yang paling masif ada dibandingkan di negara lain.

Peserta Capai Rp12,8 Juta Orang

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, selama 2 tahun program Kartu Prakerja telah diikuti 12,8 juta orang di 514 kabupaten/kota dan 34 Provinsi. Sebagian besar peserta program merupakan masyarakat yang sulit mendapatkan akses program pemerintah secara langsung.

"Mereka adalah orang-orang yang seringkali kurang terwakili, namun berhasil dijangkau oleh Program Kartu Prakerja," kata Menko Airlangga di Jakarta, Jumat (17/6).

Menko Airlangga menyebut program Kartu Prakerja tidak hanya sebatas memberikan kesempatan masyarakat atau pekerja meningkatkan kemampuan keahliannya. Melainkan mendorong peningkatan inklusif keuangan bagi masyarakat yang berada di piramida bawah.

Data menunjukkan, sebanyak 93 persen peserta program memilih menggunakan e-money. Lalu sebanyak 28 persen peserta baru mengenal rekening bank atau e-money melalui Program Kartu Prakerja.

Berlanjut Hingga 2024

Para alumni program Kartu Prakerja meminta program pelatihan berbasis digital terus dilanjutkan. Bahkan diharapkan bisa berlanjut meskipun masa jabatan Presiden Joko Widodo berakhir di tahun 2024 mendatang.

Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo mengatakan program Kartu Prakerja telah banyak dirasakan manfaatnya. Sehingga masyarakat meminta program tersebut dilanjutkan.

"Itu menunjukkan bahwa manfaat memang diterima oleh mereka, peserta Kartu Prakerja," kata Jokowi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6).

Jokowi menuturkan, hasil survei yang dilakukan menunjukkan 88,9 persen peserta telah mendapatkan manfaat dari program Kartu Prakerja. Lewat program ini mereka mendapatkan manfaat berupa keterampilan yang lebih baik.

"Ini penting, data 89 persen adalah sebuah apresiasi," kata dia.

Untuk itu, pemerintah akan melakukan evaluasi pelaksanaan program selama 2 tahun ini. Agar programnya bisa dilanjutkan dengan berbagai penyempurnaan.

"Yang penting sekarang dievaluasi dulu, ada koreksi-koreksi.Tapi yang jelas dalam pengembangan SDM negara kita ini sangat baik, up skilling dan re-skilling," tutupnya. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel