Fakta Tabrak Lari Sejoli di Nagreg, Korban Dibuang ke Sungai dalam Kondisi Hidup

·Bacaan 2 menit
Foto korban dua sejoli yang ditabrak Oknum TNI di Nagreg Jawa Barat. (Istimewa-via Suaramerdeka.com)

Semarang - Fakta terbaru meninggalnya dua sejoli di Nagreg yang menjadi korban kecelakaan dan ditemukan mengambang di sungai daerah Banyumas dan Cilacap mulai terungkap.

Setelah sebelumnya Polda Jabar mengungkapkan terduga pelaku penabrak Handi dan Salsabila adalah tiga orang oknum TNI.

Dua sejoli Handi dan Salsabila adalah korban tabrak lari di perbatasan Garut-Nagreg pada Rabu, 6 Desember 2021 lalu.

Tubuh Handi dan Salsabila yang terkapar kemudian dibawa oleh si penabrak dengan dalih akan dibawa ke Rumah Sakit.

Namun, ternyata Handi dan Salsabila justru dinyatakan hilang hingga jenazah keduanya ditemukan mengambang di sungai Serayu di Banyumas dan Cilacap

Besar kemungkinan pelaku penabrak berusaha menyembunyikan bukti kecelakaan maut sepasang sejoli tersebut.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol dr Sumy Hastry mengungkap fakta baru terkait kematian korban tabrak lari di Nagreg Handi Harisaputra dan Salsabila.

dr Sumy Hastry mengatakan, Salsabila dipastikan meninggal tidak lama setelah kejadian kecelakaan di Nagreg.

Sebab ditemukan luka parah pada bagian kepala akibat terjadi benturan keras.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saluran Napas Dipenuhi Pasir

"Dari luka-luka yang kita periksa (jenazah) wanita waktu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di tempat kejadian atau di TKP, karena luka-lukanya ada di kepala bagian belakang sampai depan itu parah dan dicek patah tulang tengkorak bawah. Jadi, saya yakin di tempat waktu kejadian (tabrakan)," ungkap dr Sumy Hastry pada Kamis 23 Desember 2021.

Sementara korban Handi Harisaputra diduga dibuang dalam kondisi masih hidup

Sebab saat dilakukan otopsi, pihaknya menemukan saluran napas Hadi yang dipenuhi pasir.

"Kalau yang pria waktu kita periksa dengan lengkap luar dan dalam kita temukan tanda-tanda pasir atau air sungai di saluran napas sampai paru-paru. Jadi ini membuktikan waktu dia dibuang, dia masih dalam keadaan hidup atau mungkin dalam keadaan tidak sadar waktu itu," ungkap dr Sumy Hastry.

Meski begitu, dr Sumy Hastry enggan berspekulasi terkait lokasi pembuangan mayat korban, menurut dr Sumy Hastry itu kewenangan penyidik dari Polda Jabar.

"Kalau yang perempuan memang mati di jabar dan dibuang dalam keadaan meninggal dan yang laki-laki dib awah dalam keadaan hidup, tapi dari air sungai yang mana pun saya nggak tahu asalnya, tempat pertama dibuangnya masih diselidiki oleh Polda Jabar dan Polda Jateng,” kata dr Sumy Hastry.

Dapatkan berita Suaramerdeka.com lainnya, di sini:

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel