Fakta Terkuak, Ini 2 Pesawat Perang TNI yang Bikin Nyali Amerika Ciut

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Harus diakui bahwa Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) adalah salah satu kekuatan militer terbesar di dunia, dengan sederet alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih dan mematikan. Namun demikian, ternyata Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah pernah membuat militer Amerika ketar-ketir. Kenapa bisa terjadi? Simak kisahnya berikut ini.

Menurut data yang dikutip VIVA Militer dari Global Firepower, tahun ini posisi Indonesia tetap berada di urutan ke-16 negara dengan kekuatan militer terkuat di dunia. Dalam data itu, terlihat jika militer Amerika Serikat masih berada di posisi puncak, di atas dua seterunya, Rusia dan China.

Meskipun begitu, percaya lah bahwa Indonesia pernah jadi salah satu negara Asia yang sangat ditakuti. Hal ini tak lepas dari kualitas prajurit dan alutsisa yang dimiliki oleh TNI kalah itu.

Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, Ir. Soekarno (Bung Karno), kekuatan TNI begitu disegani oleh negara-negara Barat. Tak terkecuali Amerika, yang padahal, punya kekuatan militer jauh di atas Indonesia. Lantas, mengapa demikian?

Ternyata, kala itu TNI Angkatan Udara diperkuat oleh dua alutsista udara yang sangat canggih dan mematikan. Bukan cuma pesawat tempur supersonik yang dipunyai, namun saat itu TNI Angkatan Udara punya pesawat pembom dahsyat.

Alutsista pertama yang sangat membuat Amerika dan sekutunya khawatir adalah jet tempur supersonik Mikoyan-Gurevich MiG-21 Fishbed. Indonesia adalah salah satu negara yang menggunakan MiG-21 Fishbed sebagai kekuatan tempur utama di udara.

Jet tempur MiG-21 Fishbed adalah produk Biro Desain Mikoyan-Gurevich, perusahaan industri pesawat dan pertahanan Uni Soviet (sekarang Republik Federasi Rusia). Diperkenalkan pada 1959, jet tempur MiG-21 jadi primadona bagi beberapa negara yang dekat dengan Negeri Beruang Merah.

Seperti yang diketahui, Soekarno adalah sosok nasionalis Indonesia yang sangat dikenal di Uni Soviet. Oleh sebab itu, Soekarno pun banyak mengimpor alutsista dari Uni Soviet, untuk memperkuat armada tempur TNI.

Pada 1962, TNI Angkatan Udara disebut membeli 22 unit MiG-21 yang terdiri dari 20 MiG-21 varian F-13 dan dua unit MiG-21U.

Pembelian pesawat ini tak lepas dari konflik dengan Belanda di Irian Barat (sekarang Papua). Saat itu, TNI meluncurkan Operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat dari tangan militer Kerajaan Belanda.

Ternyata bukan cuma jet tempur supersonik MiG-21 yang didatangkan untuk menghadapi Angkatan Bersenjata Kerajaan Belanda di Irian Barat. Saat itu, TNI Angkatan Udara juga membeli 25 unit pesawat pembom (bomber) Tupolev Tu-16.

Seperti halnya pesawat tempur MiG-21, pesawat pembom Tupolev Tu-16 juga adalah salah satu kendaraan perang buatan Uni Soviet yang sangat ditakuti kala itu. Diproduksi oleh Asosiasi Produksi Peswar Voronezh, pesawat pembom bermesin ganda Tu-16 pertama kali diperkenalkan pada 27 April 1952.

Tak main-main, Indonesia adalah salah satu dari hanya 10 negara yang diberi kesempatan oleh Uni Soviet untuk membeli pembom Tu-16.

Pembelian pesawat Tupolev Tu-16 memiliki tujuan untuk menghancurkan kapal induk raksasa milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine), Hr. Ms. Karel Doorman.

Salah satu negara dengan militer terkuat di dunia, China, bahkan masih menggunakan pesawat ini. Meskipun, Angkatan Udara Rusia sudah resmi memensiunkan pesawat ini pada 1993 lalu.

Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAAF) yang mendapatkan lisensi untuk memperbarui bomber Tu-16, menyempurnakannya dengan membuat pesawat pembom jenis Xian H-6.