Fakta Tertangkapnya Preman Kampung Siram Pelayan Warteg di Depok

·Bacaan 2 menit
Reza saat diamankan Tim Jaguar Polrestro Depok usai menyiram pelayan warteg yang viral di media sosial. (Foto:Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Aksi seorang pria yang menyiram pelayan warung tegal atau warteg di kawasan Pancoranmas, Depok, sempat viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan lantaran pelaku enggan untuk membayar makanan yang telah dibelinya.

Belakangan diketahui pelaku bernama Reza Jamulail. Menurut penuturan sang pemilik, ia kerap makan di warteg miliknya tanpa membayar.

"Saat ditagih karyawan saya, pria itu selalu bilang entar, dan kejadian itu selalu terulang," ujar Ashadi, Rab, 27 Januari 2021.

Ashadi juga menyebut, selama tiga tahun dirinya membuka warteg, pelaku memang terbilang sering makan di warungnya bahkan kerap ribut dengan pegawainya.

Namun, kini di tangan Tim Jaguar Polres Metro Depok, pelaku tak lagi berkutik. Kesan sangarnya yang membentak pelayaan warteg hingga menyiram air bekas minumannya ke wajahnya, langsung ciut saat diringkus Tim Jaguar Depok.

Berikut fakta-fakta ditangkapnya pelaku penyiraman terhadap pelayan Warteg di Pancoranmas, Depok:

Diringkus Tim Jaguar

Tim Jaguar Polres Metro Depok berhasil meringkus pria yang aksinya sempat viral saat menyiram seorang pelayan warteg di wilayah Parung Bingung, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

Melalui video yang diunggah akun Istagram Tim Jaguar, pria tersebut diketahui bernama Reza Jamulail. Pria tersebut mengakui telah melakukan pemalakan terhadap pedagang warteg di pertigaan Parung Bingung.

"Saya menyesal atas perbuatan saya," ujar Reza, Sabtu, 30 Januari 2021.

Akui Perbuatan

Seperti diketahui, sebelumnya aksi Reza sempat viral di media sosial lantaran mengamuk kepada seorang pelayan warteg karena ditagih untuk membayar makanannya.

Dia bahkan membanting piring dan menyiram air ke wajah pelayan warteg.

"Dia bilang kuatir tidak membayar atau bagaimana, lalu pria itu ngamuk sama karyawan saya, sudah saya lerai namun pria itu menyiram air bekas minumannya ke muka karyawan saya," terang Ashadi, sang pemilik warteg.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku menyadari aksinya mencaci maki pelayan warteg, salah. Tabiat sangarnya saat membentak pelayan warteg mendadak hilang ketika berhadapan dengan tim Jaguar Polres Depok yang menangkapnya.

"Saya takut sama Tim Jaguar," ucap Reza.

Pengakuan Korban Penyiraman

Sementara itu, perempuan yang menjadi korban penyiraman, Ria mengungkapkan, saat itu Senin, 26 Januari, pelaku memasuki warteg yang ia jaga untuk meminta makan. Saat diberitahukan harga makanan, Reza tidak terima.

"Dia (Reza) ennggak terima dan bilang makan saja belum udah dikasih tahu harganya. Emang biasanya kan gitu, udah beberapa kali makan di sini enggak bayar," ujar Ria.

Ria menuturkan, saat peristiwa itu terjadi, Reza sempat keluar dari warteg lalu masuk lagi ke dalam sambil menggebrak meja dan piring. Melihat sikap Reza, Ria memintanya untuk tenang dan tidak emosi.

"Dia langsung teriak-teriak nanya bos saya, tidak lama bos saya keluar," ucap Ria.

Setelah bosnya keluar, lanjut Ria, Reza mencaci maki dirinya di hadapan bosnya. Tidak tahan terhadap cacian Reza, Ria membalas bahwa dirinya manusia bukan hewan.

"Saya melawan caci makinya, Eh dia malah menyiram ke muka saya sebanyak dua kali. Pertama pakai tangan dan kedua disiram pake air bekas minumnya," tutup Ria.

Saksikan video pilihan di bawah ini: