Fakta Unik tentang Radio Amatir Ini Tidak Banyak Diketahui Orang

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ujian Negara Amatir Radio untuk para pengguna radio amatir, kembali dilaksanakan pada hari ini, Selasa 22 Desember 2020. UNAR kali ini memiliki tagline Dengan Ujian Negara Amatir Radio Kita Wujudkan Tertib Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio.

Direktorat Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dwi Handoko menjelaskan, Balmon DKI Jakarta sudah kali ke-16 mengadakan UNAR di tahun ini.

"UNAR terus kami adakan, karena melihat frekuensi itu sebagai sumber daya terbatas. Jadi untuk menggunakan spektrum, harus ada pengetahuan di dalamnya, kalau tidak, maka spektrum radio akan melanggar ke sana ke mari," ujarnya memberi sambutan.

Mungkin sebagian dari kita hanya tahu penggunaan radio amatir hanya untuk handy talky, satelit dan sebagainya. Tapi ada juga kapal laut dan pesawat yang masih menggunakannya.

Dwi menjelaskan, meskipun saat ini sudah tersedia versi digital untuk pesawat, namun sebagian besar masih menggunakan frekuensi radio, di mana sudah diatur dan ditetapkan secara internasional.

"Banyak yang tidak mematuhi jalur. Sehingga jika jalur pesawat dilewati, itu akan menjadi hal yang berbahaya. Kita berharap bisa menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak menggunakan jalur di luar yang sudah diizinkan, jangan melawan arus," katanya.

Hingga saat ini jumlah kelulusannya mencapai 566 orang. Sedangkan peserta hari ini mencapai 47, terdiri dari kelompok siaga, penggalang dan penegak. Sebenarnya tahun ini mereka menargetkan membuat 24 UNAR, tapi kemudian terhalang pandemi.

Untuk menjadi anggota Organisasi Amatir Radio indonesa (ORARI), mereka harus mengikuti UNAR. Adapun materi-materi yang diuji selain organisasi adalah, teknik radio dan pancasila agar kedepannya anggota ORARI memiliki jiwa Pancasila.