Faktor Ini Jadi Pertimbangan Multipolar saat Investasi di Startup

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Grup Lippo melalui PT Multipolar Tbk (MLPL) menggenjot investasi di perusahaan rintisan atau startup. Hingga kini, perseroan telah investasi di 40 perusahaan startup baik di Indonesia dan Asia Tenggara. Lalu apa yang menjadi pertimbangan perseroan ketika berinvestasi di startup?

Executive Director Grup Lippo, John Riady menuturkan, pihaknya memiliki banyak pertimbangan untuk investasi. Salah satu faktor utama ketika berinvestasi yaitu melihat pendiri atau founder.

"Tentu banyak pertimbangan untuk investasi. Saya melihat pengalaman 40 perusahaan startup mana yang berhasil dan oke, dan sebagainya. Mungkin menurut faktor utama penentu foundernya,” ujar dia saat webinar yang digelar Indonesia Investment Education (IIE), Sabtu (11/9/2021).

Ia menambahkan, faktor founder menjadi penting melihat investasi pada early stage ditemui kadang tidak ada rencana bisnis, tetapi ada rencana visi dan kadang ada produknya. "Kadang belum ada produknya. Boro-boro revenue, kadang-kadang belum ada pricing, valuation multiple tak bisa diterapkan. Tetapi kalau kita lihat perusahaan-perusahaan berhasil, yang foundernya paling baik dan bagus,” kata dia.

Ia menuturkan, pihaknya sebagai investor adalah bagaimana bisa mendukung perusahaan yang diinvestasikan. Kemudian faktor lainnya yang menjadi perhatian yaitu passion dan integritas.

"Integrity itu sudah given. Passion itu penting. Founder sangat berhasil jarang datang bikin satu visi karena make money, jarang.Tentu omongin valuasi itu sebagai visi. Founder paling top ini saya lihat mereka punya satu visi beyond the money,” ujar dia.

John mengatakan, founder yang berhasil itu punya panggilan untuk mengubah dunia dengan menawarkan solusi mengatasi masalah. Solusi tersebut untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan mengerjakannya dengan totalitas. “I like founder who passionate solve the problem. Pendiri yang berusaha untuk memecahkan masalah saat ini,” ujar dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Strategi Investasi

Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Karyawan memerhatikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Mandiri Sekuritas, Jakarta, Selasa (30/5). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saat ditanya mengenai strategi investasi yang dilakukan perseroan, John menuturkan, pihaknya memiliki pendekatan berbeda-beda untuk investasi. Hal itu melihat dari karakteristik dan ukuran perusahaan.

"Multipolar ada empat strategi. Eary stage itu kita mungkin aktif 20-30 persen. Artinya tentu investor paling 10-20 persen. Paling besar 25 persen. Bersama dengan venture capital lain dapat worksheet, kadang diminta bantu,” ujar dia.

Meski demikian, pihaknya bukan sebagai entrepreneur tetapi sebagai investor. "Jangan take over founder. Kita mendukung, Early stage itu involve,” kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel