Faktor Lingkungan Sebabkan Kemandulan pada Pria

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Infertilitas atau kemandulan pada pria salah satunya dipengaruhi oleh faktor polusi pada lingkungannya. Paparan berlebihan terhadap elemen lingkungan tertentu seperti panas, racun, dan bahan kimia dapat mengurangi produksi sperma atau fungsi sperma.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, kemandulan pada pria dapat disbebkan oleh paparan yang lama terhadap bahan kimia tertentu, seperti pestisida, herbisida, pelarut organik, dan bahan pengecatan yang memicu penurunan jumlah sperma. Hal yang sama juga akan terjadi apabila seorang pria terpapar radiasi atau sinar-X. Meskipun bisa kembali normal, pada radiasi dosis tinggi, penurunan produksi sperma dapat terjadi secara permanen.

Suhu yang panas juga menjadi faktor pemicu kemandulan, pasalnya suhu panas dapat mengganggu produksi dan fungsi sperma. Seringnya penggunaan sauna atau mandi dengan air panas, duduk dalam waktu lama, atau mengenakan pakaian ketat juga dapat meningkatkan suhu di skrotum yang berkemungkinan mengurangi produksi sperma. Selain itu, paparan terhadap timbal atau logam berat lainnya juga memicu kemandulan.

Hampir 1 dari 7 pasangan tidak subur, yang berarti mereka belum bisa hamil meskipun mereka sudah sering melakukan hubungan seksual tanpa pelindung selama setahun atau lebih. Pada hampir setengah dari pasangan ini, infertilitas pria setidaknya berperan sebagian.

Selain faktor lingkungan, mandul juga dapat disebabkan oleh penyakit, cedera, masalah kesehatan kronis, dan gaya hidup. Pada kasus lain juga dikarenakan kelainan bawaan, ketidakseimbangan hormon, pembuluh darah yang membesar di sekitar testis, atau kondisi yang menghalangi jalannya sperma.

Agar Pasangan Bisa Hamil

Ilustrasi Pria mandul (sumber: iStockphoto)
Ilustrasi Pria mandul (sumber: iStockphoto)

Salah satu faktor agar pasangan bisa hamil adalah kesuburan pria. Kesuburan pria ditandai dengan sperma yang sehat. Ini melibatkan pertumbuhan dan pembentukan organ reproduksi pria selama masa pubertas.

Untuk menghasilkan sperma, setidaknya salah satu testis harus berfungsi optimal dan tubuh harus memproduksi testosteron. Setelah sperma diproduksi di testis, sperma dibawa ke dalam air mani dan dikeluarkan dari penis atau proses ejakulasi.

Jika jumlah sperma dalam air mani rendah, kemungkinan salah satu sperma akan membuahi sel telur pasangan Anda berkurang. Jumlah sperma yang rendah adalah kurang dari 15 juta sperma per mililiter air mani atau kurang dari 39 juta per ejakulasi.

Selain jumlah, sperma juga harus berfungsi dan bisa bergerak. Jika gerakan (motilitas) atau fungsi sperma tidak normal, sperma mungkin tidak dapat mencapai atau menembus sel telur.

Tentu selain menghindari paparan pestisida, logam berat dan racun lainnya serta hal-hal yang menyebabkan panas berlarut-larut pada testis, untuk mencegah terjadinya kemandulan pada pria, disarankan juga untuk tidak merokok, menghindari alkohol, mengurangi stres, dan menjaga berat badan yang sehat.

Penulis: Abel Pramudya Nugrahadi

Infografis Bahaya Merokok

Infografis Bahaya Merokok
Infografis Bahaya Merokok

Simak Juga Video Berikut Ini