Faktor Pemenang Ridwan Kamil di Pilkada Bandung

TEMPO.CO , Jakarta:Pasangan Ridwan Kamil-Oded Muhammad Danial menang di 6 zona pemilihan Wali Kota Bandung dan wakilnya. Dari hasil hitung cepat (quick count) Jaringan Suara Indonesia (JSI), di semua zona pasangan nomor 4 itu meraih suara antara 43-50 persen. "Pengenalan publik Ridwan Kamil begitu masif," ujar Wakil Direktur Eksekutif JSI Fajar S. Tamin, Ahad, 23 Juni 2013.

Dari riset JSI, menurut Fajar, pasangan Ridwan Kamil-Oded M. Danial tiga bulan lalu belum banyak dikenal warga Bandung seperti Wakil Walikota Ayi Vivananda yang juga maju sebagai calon. Lewat sosialisasi dengan dukungan banyak relawan, kata Fajar, keterkenalan Ridwan-Oded bisa melesat. "Dampak lewat Twitter juga berpengaruh, apalagi penggunanya di Bandung terbanyak nomor 4 di dunia," ujarnya.

Selain itu, sosialisasi pasangan usungan PKS dan Gerindra tersebut dinilai aktraktif lewat tayangan video. Model kampanye seperti itu, kata Fajar, tidak banyak dilakukan calon secara gencar. "Ditambah banyak tokoh nasional yang mendukung seperti Jusuf Kalla, Anis Baswedan," ujarnya.

Faktor lain penyokong kemenangannya yaitu munculnya kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi yang melibatkan birokrat dan calon lain. Adapun latar partai pengusung Ridwan-Oded yaitu PKS yang juga santer dengan pemberitaan korupsi, kata Fajar, tertutupi dengan sosok calon. "Terlihat faktor partai tidak terlalu berpengaruh pada pemilihan eksekutif daerah," ujarnya.

Namun begitu, dari hasil hitung cepat JSI, terlihat tingkat partisipasi publik hanya berkisar 60 persen dari total calon pemilih sebanyak 1,6 juta orang.

ANWAR SISWADI

Topik Terhangat

Razia Bobotoh Persib | Puncak HUT Jakarta | Penyaluran BLSM

Berita Terpopuler

Persib vs Persija Batal, Bobotoh Blokir Pintu Tol

Basuki: Jakarta Bukan Hanya untuk Orang Kaya 

Macet 'Gila' di Perayaan Ulang Tahun Jakarta  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.