The Falcon and The Winter Soldier Angkat Isu PTSD dan Duka Kehilangan

Tasya Paramitha
·Bacaan 3 menit

VIVA – Disney+ Hotstar kembali menghadirkan serial Marvel Studios terbaru, The Falcon and The Winter Soldier pada 19 Maret 2021 mendatang.

Dibuat dalam enam episode, serial ini bakal mengisahkan dua karakter yang dipersatukan dalam Avengers: Engame, Sam Wilson/The Falcon (Anthony Mackie) dan Bucky Barnes/The Winter Soldier (Sebastian Stan).

Keduanya akan mengarungi petualangan yang menguji kemampuan dan kesabaran mereka. Tak hanya itu, serial ini juga bakal mengangkat beberapa isu lainnya, seperti post-traumatic stress disorder (PTSD), duka karena kehilangan orang yang dicintai dan masalah keluarga.

Dalam konferensi pers global yang digelar online dan dihadiri VIVA baru-baru ini, Anthony mengungkapkan bahwa karakter The Falcon memang selalu berevolusi di komik Marvel, dan kini di Marvel Cinematic Universe (MCU).

"Kalau kamu ingat, ketika Sam Wilson pertama kali memulai, dia adalah penipu dari Harlem. Dan kemudian, seiring berkembangnya budaya Afrika-Amerika, Stan Lee mengembangkannya dalam komik menjadi inkarnasi dirinya yang berbeda. Jadi, aku senang semua orang bisa melihat Sam Wilson yang baru dan lebih baik," ujarnya.

Klik halaman selanjutnya untuk tahu lebih banyak.

Senada, Sebastian Stan mengaku ikut tumbuh dan berkembang dengan karakter The Winter Soldier yang telah ia perankan dalam film-film Marvel selama 10 tahun. Namun, memerankan Bucky Barnes dalam serial ini ternyata juga sempat membuatnya takut.

"Aku sangat ketakutan karena aku merasa kami telah membentuk karakter ini dengan cara tertentu, dan ada hal-hal tertentu tentang dia yang aku tahu dan aku sangat nyaman dan akrab di film. Namun, seperti apa dia sekarang?" kata Sebastian.

"Karakter yang kami perkenalkan untuk semua film ini dan juga di mana dia sekarang. Dan aku pikir itu menakutkan dan mengasyikkan. Dan kami akhirnya benar-benar memperbesar jenis pencariannya akan identitas dan dalam hal benar-benar menerima masa lalunya dan semacam mendidik ulang dirinya sendiri, sebenarnya, tentang dunia tempat dia saat ini," tambah Sebastian.

Untuk chemistry dengan Sebastian, Anthony Mackie mengungkapkan bahwa tidak ada dua orang yang sangat berbeda antara satu sama lain selain Sebastian dan dirinya. Tapi ada rasa saling menghormati, memahami dan menghargai. "Kami banyak mendengarkan, belajar dan mengajarkan satu sama lain," kata dia.

Baca artikel ini sampai selesai untuk mengetahui berita selengkapnya.

Dia pun mengatakan kalau serial ini akan membuat penonton mengenal karakter The Falcon dan The Winter Soldier lebih dalam, juga menyelami cerita tentang latar belakang mereka, keluarga, teman dan lingkungannya.

"Kami sekarang berada di tempat di mana kami ingin penonton mengetahui dan mempelajari karakter baru ini. Apalagi sejak Kevin (Feige) akhirnya membunuh Iron Man. Kami harus menempatkan diri pada posisi di mana kami harus memperkenalkan karakter baru ini kepada penonton, dan memberi mereka hubungan itu," ujar Anthony Mackie.

Lebih lanjut, menurut Sebastian Stan, PTSD dan pengalaman sebagai tentara, merupakan salah satu hal yang menyatukan The Falcon dan The Winter Soldier.

"Ada semacam kode kehormatan di antara mereka. Bahkan meskipun mereka punya ide atau opini yang berbeda. Ada rasa saling menghormati, yang sudah disinggung Anthony. Dan seperti yang diketahui semua orang, PTSD bukanlah sesuatu yang baru saja Anda selesaikan," ucapnya.

"PTSD benar-benar sesuatu yang harus terus diatasi dan ditangani dengan lebih baik. Dan jelas, itu adalah bagian utama dari serial kami, dan itu mendasari kedua karakter ini dengan cara yang sangat realistis," ucap Sebastian.

Jangan lupa saksikan The Falcon and The Winter Soldier mulai 19 Maret 2021 di Disney+ Hotstar.