FAO: Angka Kelaparan di Amerika Latin Terus Menurun

Santiago (AFP/ANTARA) - Sekitar 49 juta orang di Amerika Latin dan Karibia -- delapan persen dari populasi -- tidak mendapatkan makanan yang cukup, sedikit perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan Kamis.

Jumlah orang yang kelaparan di seluruh Amerika Latin dan Karibia telah jatuh sejak 2004, tetapi angka terbaru merupakan perlambatan dari tren yang menjanjikan ini, kantor regional FAO di Santiago mengatakan dalam laporannya.

Laporan itu mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ini selama dekade terakhir "belum diterjemahkan ke dalam sebuah penurunan dalam kerentanan dari bagian signifikan populasi benua ini."


Badan ini juga menekankan bahwa kenaikan harga pangan dan krisis keuangan global telah mengancam ketahanan pangan di kalangan rumah tangga termiskin, yang menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk makanan.

Antara 2004 hingga 2006, badan menghitung sebanyak 54 juta orang "tidak memakan kalori harian yang dibutuhkan untuk hidup sehat," kata laporan itu.

Dari 2007 sampai 2009, angka tersebut telah turun empat juta, namun angka terbaru menunjukkan penurunan hanya satu juta orang kelaparan sejak 2009.

Menurut FAO, masalahnya bukan "produksi tidak cukup atau kurangnya

pasokan pangan, kecuali selama bencana. "Sebaliknya," bagian yang signifikan dari populasi tidak memiliki pendapatan yang cukup."


Negara-negara yang paling terpengaruh oleh kelaparan adalah Haiti, dengan hampir 45 persen dari penduduk menderita kelaparan, Guatemala 30 persen, Paraguay 26 persen, Bolivia 24 persen dan 20 persen di Nikaragua.

Sebaliknya, Argentina, Chile, Kuba, Meksiko, Uruguay dan Venezuela "telah berhasil membasmi momok kelaparan," tulis FAO, sementara yang lain, termasuk Republik Dominika dan Haiti, telah memperlambat penyebarannya. (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.