FAO apresiasi kinerja sektor pertanian Indonesia

Kepala Perwakilan Badan Pangan Dunia (FAO) untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengapresiasi capaian kerja pemerintah Indonesia di bidang pertanian yang dinilai sukses mempertahankan produktivitas sehingga Indonesia mampu bertahan dari terpaan krisis global yang melanda seluruh dunia.

"FAO sangat mengapresiasi kepemimpinan Bapak Menteri yang selama ini, mengelola sektor pertanian sangat baik walaupun dunia dalam kondisi yang sangat sulit," kata Rajendra dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Rajendra menyebut berdasarkan laporan yang diterima FAO, banyak negara di dunia tumbang dan mengalami krisis pangan serta krisis keuangan. Namun Indonesia mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Meski demikian, Rajendra mengingatkan bahwa saat ini dunia dalam keadaan sakit atau berpotensi mengalami krisis akibat perang di Ukraina yang terus bergejolak. Dia menekankan bahwa krisis tersebut yang seharusnya menjadi perhatian bersama.

Baca juga: FAO dorong kebijakan efektif perkuat pertanian keluarga

"Sekarang kita menghadapi kesulitan atau tantangan lain yaitu krisis pangan menghadapi perang Rusia dan Ukrania yang sudah berlangsung beberapa waktu ini. Saya berharap situasi ini jadi perhatian kita bersama," katanya.

Rajendra Aryal turut mengikuti kegiatan memanem dan menanam padi program IP400 bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Sukoharjo Jawa Tengah, Rabu (22/6), dalam memeringati Hari Krida Pertanian (HKP).

"Hari krida ini harus menambah semangat kita bahwa kita siap menghadapi semua peluang dan kesempatan yang ada. Hari Krida merupakan waktu yang tepat untuk meneguhkan tekad dan kemauan kita agar tahun ini pertanian kita lebih baik, lebih maju, mandiri, dan lebih modern lagi," ujarnya.

Baca juga: Mentan panen padi IP400 di Sukoharjo peringati HKP

Baca juga: Mentan ajak seluruh pihak antisipasi krisis pangan dunia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel