FAO dorong kebijakan efektif perkuat pertanian keluarga

Badan Pangan Dunia (FAO) mendorong kebijakan yang efektif dari para pemangku kepentingan untuk memperkuat pertanian keluarga yang merupakan kelompok dominan atau sebanyak 93 persen di Indonesia.

“Kebijakan yang efektif akan memperkuat pertanian keluarga untuk menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan saat ini," kata Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Aryal menekankan pentingnya membangun dan memperkuat kebijakan, investasi, dan kerangka kelembagaan yang mendukung untuk pertanian keluarga di tingkat nasional dan sub-nasional.

"Pertanian Keluarga harus dilaksanakan secara terpadu dengan tata kelola yang inklusif dan efektif. Berdasarkan data yang relevan secara geografis dan tepat waktu," kata Aryal.

Pertanian Indonesia menyumbang 14 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sekitar 93 persen petani Indonesia adalah pertanian keluarga skala kecil, yang bercocok tanam di lahan sederhana dengan luas rata-rata 0,6 hektar.

Petani di Indonesia merupakan bagian penting dari petani Asia Pasifik yang 70 persennya merupakan pertanian keluarga. Pertanian keluarga menghasilkan 80 persen pangan di kawasan.

Saat ini Kementerian Pertanian telah mengambil inisiatif untuk mengimplementasikan Pertanian Keluarga melalui program Pekarangan untuk Pangan Berkelanjutan sebagai salah satu program inisiatif unggulan dalam pertanian keluarga di Indonesia.

Pada hari ini sekitar 100 penggiat keluarga yang berasal dari berbagai organisasi petani dan instansi pemerintah di seluruh tanah air, berkumpul di Jakarta melalui lokakarya, diskusi multipihak Rencana Aksi Nasional dan Rencana Strategis Nasional Pertanian Keluarga”. Kegiatan tersebut diadakan secara hybrid untuk membahas pertanian keluarga sebagai salah satu prioritas nasional di Indonesia.

Pejabat dari beberapa kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bappennas, Badan Pangan Nasional dan pemangku kepentingan terkait lainnya berdiskusi dengan perwakilan organisasi petani dan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) tentang bagaimana melangkah maju untuk menyelesaikan rancangan Rencana Aksi Nasional Pertanian Keluarga (RAN) dan kegiatan-kegiatan yang bersifat strategis.

Pertemuan hari ini menggerakkan sebuah konsensus nasional lintas pihak untuk menjadikan pertanian keluarga sebagai sebuah prioritas nasional yang didukung oleh berbagai kementerian dan organisasi petani. Hasil dari diskusi akan menjadi bagian penting dari finalisasi Rancangan Aksi Nasional Pertanian Keluarga dan Rencana Aksi Strategis.


Baca juga: Pekarangan, sumbangsih Indonesia bagi gerakan pertanian keluarga
Baca juga: FAO: Perlu kebijakan kuat dukung peningkatan pertanian keluarga
Baca juga: FAO: Konflik Rusia-Ukraina dapat sebabkan belasan juta orang kelaparan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel