Farah Anak Kapolda Metro Irjen Fadil Punya Harta Rp17 Miliar Lebih

Siti Ruqoyah, Edwin Firdaus
·Bacaan 2 menit

VIVAKapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran masih menjadi perhatian publik karena sikap tegasnya. Di bawah komandonya sekarang, anak buahnya menahan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab di rutan Narkoba Polda Metro. Habib Rizieq ditahan atas kasus kerumunan dan penghasutan.

Tak hanya Irjen Fadil yang mencuri perhatian, sang anak yakni Farah Puteri Nahlia, juga disorot publik. Farah merupakan anggota DPR RI Komisi 1. Dia maju jadi anggota DPR dari Partai Amanat Nasional.

Ia bahkan pernah menyita perhatian publik karena dinobatkan salah satu anggota DPR RI termuda periode 2019-2024. Farah Puteri Nahlia yang lahir di Semarang 2 Januari 1996 ini punya catatan yang mengejutkan. Apa itu?

Berdasarkan penelusuran VIVA, dikutip dari Website KPK, tercatat Farah memiliki harta sekitar Rp17 miliar atau rincinya Rp17.236.482.028. Laporan tersebut pada tahun 2019, tepatnya saat Farah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif.

Harta Farah itu didominasi nilai tanah dan bangunan miliknya seluas 480m2/329m di Jakarta Selatan yang didapatnya dari hibah (dengan akta). Nilainya Rp15.429.225.000.

Farah juga tercatat memiliki mobil mewah Mini Cooper 5 Door S tahun 2018 dengan nilai ditaksir sekitar Rp950.000.000.

Farah juga memiliki kas dan atau setara kas sebesar Rp857.257.028. Hebatnya, Farah tercatat tak memiliki utang. Sehingga total hartanya sebanyak Rp17.236.482.028.

Seperti diketahui, Farah juga tercatat sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI. Foto-foto di Instagram-nya banyak menunjukkan aktivitas Farah selama di DPR. Farah salah satu anggota DPR RI termuda dengan usia 24 tahun.

Gelar pendidikan Farah yakni B.A, M.Sc. Dikutp dari akun Facebook-nya, dia menyampaikan pernyataan, berikut ucapannya:

Assalamualaikum Wr Wb,

Perkenalkan, saya Hj. Farah Puteri Nahlia, M.Sc. Panggil saja saya Neng Farah. Saya telah menyelesaikan pendidikan jenjang S2 di London - Inggris, bidang Politik dan Hubungan Internasional.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman melihat pembangunan yang baik di negeri orang membuat saya terpanggil untuk membangun negeri saya sendiri.

Melalui lembaga negara DPR-RI, Insya Allah saya akan menerapkan apa yang telah saya pelajari untuk membantu saudara semua mewujudkan Subang-Majalengka-Sumedang yang lebih sejahtera

(ase)