Farewell Stadion Brawijaya: Pensiun dari ASN Pemkot Kediri, Wasit Legendaris Purwanto Gelar Trofeo PWT 2021

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Terhitung 25 September 2021, Purwanto resmi pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Kediri. Mantan wasit Nasional dan FIFA era 2000-an ini pun menggelar laga Farewell Trofeo PWT 2021 sebagai tanda perpisahan dengan Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (30/9/2021).

Sejak diangkat sebagai ASN di Dinas DKLH Kota Kediri, sosok yang dijuluki Mr. Clean karena idealismenya menolak suap sebagai wasit ini dipercaya mengelola Stadion Brawijaya.

"Trofeo ini tanda perpisahan saya dengan Brawijaya. Stadion ini sudah seperti rumah bagi saya. Karena selama hampir 20 tahun bertugas di sini, saya sering tidur di stadion jika ada kegiatan seperti persiapan pertandingan atau hajatan Pemkot lainnya," katanya.

Selama dua dasawarsa jadi penanggung jawab Brawijaya banyak suka duka yang dialami Purwanto.

"Paling berkesan adalah persiapan Persik Kediri tuan rumah Liga Champions Asia 2004. Saat AFC menilai Brawijaya tak layak menggelar pertandingan. Saya diberi tugas Bapak Maschut, walikota saat itu selama sebulan untuk 'menyulap' agar bisa dihelat di sini," ujarnya.

Sedih Tak Terkira

Purwanto saat beraksi pada Farewell Trofeo PWT 2021 sebagai tanda perpisahannya dengan Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (30/9/2021). (Bola.com/Gatot Susetyo)
Purwanto saat beraksi pada Farewell Trofeo PWT 2021 sebagai tanda perpisahannya dengan Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (30/9/2021). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Duka mendalam dirasakan pria berputra dua ini, ketika Stadion Brawijaya luluh lantak akibat sikap anarkis penonton pada babak delapan besar yang mempertemukan Persiwa dan Arema pada 2008 lalu.

"Saya sangat sedih Brawijaya rusak berat. Stadion ini seperti rumah saya, tapi dirusak massa. Saya dan teman-teman sudah kerja keras merawat dan menjaganya, tapi luluh lantak," tuturnya.

Untuk mengisi masa paripurna, Purwanto mengalir saja. "Saya tak punya rencana, mengalir saja. Saya syukuri, karena saya punya waktu lebih banyak untuk keluarga. Saya akan berkebun di rumah. Saya merawat tanaman buah-buahan," ungkapnya.

Purwanto berharap pengganti posisinya di Brawijaya nanti sosok yang amanah dan ikhlas.

"Brawijaya ini stadion bersejarah bagi kebangkitan sepakbola di Kediri. Saya titip tolong dirawat agar masyarakat dan pencinta sepak bola di Kediri bisa menikmatinya," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel